twitter
    Find out what I'm doing, Follow Me :)
Kalau "air mata" diserahkan kepada rakyat...
Tapi... kalau "mata air" diambil oleh penguasa...
Kapan "air mata" itu hilang dari mata rakyat?
ataukah abadi selamanya karena kerakusan penguasa?

" Negara harus ambil alih perederan gelap narkotika", Artikel 97#

Memblejeti watak asli perederan gelap narkotika menjelaskan soal penyewaan manusia sebagai kurir ( pengedar kecil), pemebelian tenaga kerja pecandu untuk menjualkan narkoba karena seorang pecandu akan melakukan apapun untuk bisa menggunakan, kemunafikan negeri ini atas perbudakan terhadap beribu-ribu pemuda-pemudi kita menjualkan narkoba untuk mendapatkan narkoba untuk dipakainya dan menjadikan pecandu narkoba ini jumlah menjadi kian berlipat-lipat ganda.
Perkembangan peredaran gelap narkotika menunjukkan kecenderungan bahwa produksi narkoba dengan segala besar dinegeri ini membuat para mafia kapitalis narkotika gelap tetap aman untuk terus meracuni pemuda-pemudi kita, karena mafia gelap narkotika telah menguasai dan berkonspirasi dengan penguasa dan perangkat hukum negeri ini, karena fakta selalu membuktikan pengguna narkotiklah yang paling banyak menghuni penjara-penjara negeri ini sampai-sampai melewati kapasitas panjara yang ada dinegeri ini, sedangkan mafia gelap narkotika tak pernah tersentuh oleh hukum negeri ini. Meskipun sebagian ada itupun hanya untuk mengalihkan perhatian kita yang telah menjadi korban atas perederan gelap narkotika dari tuntutan dan perjuangan pemenuhan Hak asasi kita sebagai manusia yang telahh menjadi "disengaja" dijadikan korban narkotika. Kita juga tidak pernah tahu berapa jumlah barang bukti dari hasil penangkapan aparat kita, kita hanya bisa menyaksikan melalui media elektronik maupun media cetak bahwa aparat kita telah melakukan tugasnya. Namun dari tahun-ketahun berapa jumlah barang bukti yang disita dan dimusnahkan oleh aparat kita, apakah kita semua tahu? mempunyai data yang akurat?.
Disisi lain opini publik dibangun pemerintah, aparat negeri ini dan LSM plat merah dengan slogannya yang sering kita dengar, lihat dimana-mana yaitu " WAR ON DRUGS", namun arti slogan itu itu terjadi penafsiran yang berbeda dimasyarakat kita, sebab fakta membuktikan 80% berada didalam penjara-penjara negeri ini. Belum lagi kekerasan secara fisik, psikologis, pemerasan sampai pelecehan seksual pengguna Napza lah yang mengalami langsung hal-hal seperti itu.
Dengan itu berarti pemerintah dan perangkat hukumnya telah membangun opini kepada masyarakat yaitu " kriminalisasi terhadap korban Napza", dimanakah sisi HAM-nya untuk para korban Napza? yang mendapatkan perlakuan tidak adil, sehingga para korban Napza semakin terisolasi (terisolir) tersingkirkan dari tatanan sosial kemasyarakatan.
Dan itu akan mengakibatkan pecandu melakukan tindakan-tindakan tidak sehat didalam penggunaan narkotik, membeli narkotik dibalck market, berbagi jarum suntik yang mengakibatkan pengguna Napza terpapar berbagai macam virus yang mematikan seperti Hepatitis-C dan HIV, bahkan pengguna Napza melakukan tindkan kriminal untuk mendapatkan Napza, sedangkan pemebelian narkotik diperederan gelap pecandu tidak pernah tahu apakah narkotik itu berkualitas atau banyak dicampur denga zat-zat lain? sekali lagi fakta selalu membuktikan banyak diantara pecandu tewas over dosis, dikarenakan zat yang dugunakan tidak berkualitas.
Seharusnya negara ini mempunyai otorisasi untuk mengambil alih perederan gelap narkotik dengan memperketat peraturan dan kebijakan perdagangan bebas, dan seharusnya juga negara ini tidak ikut serta mendatangani dengan WTO (World Trade Organization), agar seseorang yang yang sudah terkanjur menjadi pecandu jumlah sangat banyak tidak terjadi Lost Generation.
Sebab peredaran gelap narkotik yang dirugikan adalah pecandu yang menjadi korban, mereka dipenjara, diperlakukan seperti binatang belum lagi dari sisi kesehatannya dan menjadi tersisolasi tak terjangkau dari masyarakat kita, itu yang dirugikan para korban pengguna Napza, sedangkan para penguasa mafia peredaran gelap narkotik mendapatkan keuntungan yang sangat besar karena yang mereka cari adalah harta dan kekuasaan sebuah negeri, dan aparat kita yang dicari adalah peningkatan jabatan (karir) karena dianggap telah melakukan tugas-tugasnya dengan benar. Semua itu adalah pembohongan dan pembodohan publik yang mengorbankan satu kelompok yaitu komunitas pengguna Napza.
Dengan negara mengambil alih mafia perederan gelap narkotik melalui kebijakan-kebijakan dan dilakukan oleh para medis, megapa para medis yang harus melakukan tentu saja ini untuk mencegah yang bukan pecandu tidak berhak mengakses yang harus mengakses yang benar-benar pecandu napza, tidak seperti rokok dan minuman keras semua orang bisa mengkasesnya bahkan anak kecilpun bisa mengakses itu karena rokok diperdangkan bebas disemua toko-toko apapun yang ada dinegeri ini, perlu diingat bahwa rokok dan minuman keras salah satu zat adiktif itu berarti sama saja dengan narkoba.
Keuntungan negara mengambil alih mafia perederan gelap narkotik bukan saja secara materi tetapi pecandu yang sudah lama menjadi korban dari segala bentuk ketidakadilan dan pelanggaran HAM yang selama ini kami alami. Bayangkan sebuag pabrik rokok dan Minuman keras bisa menghidupkan dan penumbuhkan perekonomian sebuah kota. Apalagi dengan negara mengambil alih mafia peredaran gelap narkotik dengan pecandu yang jumlahnya beribu-ribu dari Sabang samapai Merauke dari orang miskin dan orang kaya bahkan politisi dan aparat kitapun ada yang menjadi pecandu, Bayangkan berapa keuntungan yang diadapat negara ini bila negara mengambil alih mafia perederan gelap narkoti? Namun keuntungan-keuntungan itu bisa saja menjadi polemik baru yaitu perebutan harta dan kekuasaan yang dimana seharusnya keuntungan-keuntungan itu dipergunakan sarana maupun prasaran, misalnya tersedianya tempat rehabilitasi bagi pecandu yang ingin berhenti menggunakan Napza, fasilitas medis yang berkualitas, obat-obat psikotropika yang berkualitas agar tidak terjadi over dosis, tenaga medis yang terlatih dan profesional didalam menangani dan memberikan obat sesuai dosisnya, dan pemulihan dan pemberdayaan pecandu didalam ekonomi, sosial dan budaya.
Jadi usul saya ada 5 program besar yang harus dirumuskan secara bersama dimana keterlibatan pecandu dudalam merumuskan kebijakan tetap harus ada :

1. negara harus segera mengambil alih mafia peredaran gelap nerkotik melalui kebijakan-kebijakannya yang melibatkan semua elemen masyarakat baik akademisi ( dokter, psikolog dan konselor sebaya), masayarakat sipil dan korban napza itu sendiri.
2. Suply Reduction pemerintah harus membuat kebijakan mengenai hal ini, yang dimana kebijakan ini diperuntukan aparat penegak hukum, yang dimana kebijakan ini bertujuan untukmengehentikan perederan gelap narkotik.
3. Demand Reduction pemerintah harus membuat kebijakan mengenai hal ini, kebijakan ini untuk dinas pendidikan, kebudayaan, pariwisata maupun LSM, yang bertujuan untuk mengurangi permintaan Napza membuat modul mengenai dampak buruk dari penggunaan napza.
4. Harm reduction pemerintah harus membuat kebijakan mengenai hal ini, kebijakan ini untuk para pelaku pengurangan dampak buruk dari penggunaan Napza disisi kesehatan dan sosialnya, ini agar para pelaku harm reduction tidak menyalahgunakan terutama tindakan para medis terhadap pecandu.
5. Pemerintah juga harus membuat kebijakan kontroling terhadap semua kebijakan yang dibuat agar implementasi semua kebijakan berjalan sesuai aturan yang ditentukan.

5 Program besar itu memang sering kita dengar terutama para aktivis didalam penanganan Napza, namun kebijakannya maupun Undang-undang dan perangkat hukumnya tidak ada sehingga menjadi korban terbesar didalam permasalahan NAPZA adalah pecandu. Dan setiap kebijakan yang harus dibuat tidak mendeskreditkan kelompok tertentu dan setiap kebijakan harus tercantum sisi HAM-nya.

Bila semua itu dilaksanakan maka negara ini menjadi kawan untuk rakyat, bukan lawan dan kepalsuan-kepalsuan para pengambil kebijakan dan kepalsuan didalam implementasi kebijakan.
"STOP KRIMINALISASI TERHADAP KORBAN NAPZA"

Hey.. Kalian.., Artikel 96#

Hey semua ini membingungkan kehidupan dan kebebasanku didalam memilih hidup yang pastinya aku pertanggung jawabkan atas pilihan hidupku, sebab kenapa pelanggaran dan diskriminasi terhadap orang-orang seperti kami ( Pengguna Napza) selalu dianggap sevagai pelaku kriminal, kami dianggap sampah masyarakat, kami tidak berguna, kami dianggap penyebar virus, pada hakekatnya kami adalah manusia yang memilih hidup untuk tetap berada dijalur kehidupan kami, Stop kekerasan terhadap komunitas kami, stop perlakuan tidak adil terhadap kami, sehingga semua akses kami tertutup, sehingga kemanusiaan kami terkekang melebihi didalam penjara, bahkan diantara kami diperlakukan oleh aparat pnegak hukum dengan cara pemerasan, kekerasan dan pelecehan seksual, maka penjara bukanlah solusi bagi kami korban NAPZA, sebab kalau bicara siapa yang salah semua aku anggap salah terutama negara ini, mengapa pada tahun 90-an kami tidak pernah mendapatkan informasi mengenai dampak buruk dari NAPZA itu sendiri, kini kami memilih hidup dan saatnya kami menyuarakan hak kami yang selama ini telah dirampas dibungkam dibunuh dipenjara, Stop Kriminalisasi terhadap pengguna NAPZA kami adalah korban, negara kita terlalu mengikuti kemauan negara maju sehingga kami sebagai kaum muda menjadi korban dan dijadikan korban hanya karena kepentingan negara asing yang terus mengintervensi negara ini, dengan tata bahasa yang halus seperti : investasi, mendapatkan dana bantuan dari negara asing padahal semua itu adalah pembohongan publik bahwa kita dibawa kedalam hutang piutang yang baru, negara asing merebut sumber alam ngeri kita tanpa ampun tapi mengapa sebagaian diantara kita tetap saja hidup didalam ketidakadilan!!!!???

Doa untuk 5 tahun kedepan, Artikel 95#

TUHANKU...

Aku berdoa untuk seorang Penguasa Negeri iniyang akan menjadi bagian hidup masyarakat terpinggirkan, seorang yang sungguh mencintaimu dari segala sesuatu, seorang penguasa yang akan meletakkan pada posisi kepentingan rakyat.
Seorang penguasa yang hidup bukan untuk dirinya sendiri, tetapi untukmu dan rakyatnya, wajah dan daya tarik janji-janji
tidaklah penting, yang penting adalah sebuah keadilan dan kesejahteraan bersama yang sungguh-sungguh mencintai keadilan dan kesetaraan terhadap rakyat dan dekat engkau dan berusaha menjadikan sifat-sifatmu ada pada diri para penguasa dinegeri ini....

Dan ia haruslah mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia berkuasa sehingga hidupnya tidaklah sia-sia, seorang penguasa yang memiliki hati yang bijak tidak hanya otak yang yang cerdas. Seorang penguasa yang tidak hanya memuja kekuasaannya secara otoriter tetapi juga dapat menghormati kemanusiaan seseorang (HAM), seorang penguasa yang dapat menjadi pelayan rakyat dalam setiap waktu dan situasi, seorang penguasa yang dicintai rakyatnya bukan karena kharismatiknya tetapi seorang penguasa yang dapat membuat rakyat membuat bahwa anda para penguasa pantas memimpin negeri ini.

TUHANKU...

Aku tidaklah meminta seorang penguasa menjadi yang sempurna, namun aku meminta seorang penguasa yang tidak sempurna sehingga aku sebagai rakyat dapat membuatnya sempurna dimatamu.
Sebab seorang penguasa tetap membutuhkan dukungan rakyatnya sebagai peneguh, seorang penguasa yang membutuhkan doa rakyatnya untuk menjalani pemerintahan ini agar tidak menjadi tirani, seorang penguasa juga membutuhkan senyum rakyatnya ketika keadilan itu merata untuk semua, maka jangan kecewakan kami (rakyat) yang telah memilihmu untuk lima tahun kedepan memimpin negeri ini....

TUHANKU...

aku juga meminta buatlah rakyat yang sadar secara kritis terhadap penguasa yang lupa akan tugas-tugasnya dan membuatnya semakin bangga terhadap gerakan-gerkan rakyat yang mengingatkan para penguasa tersebut.
Berikanlah aku tangan dan semangat agar bisa menarik tangan orang-orang yang tertindas untuk melawan penguasa yang mulai menjadi Tirani, berikanlah aku penglihatan sehingga aku dapat melihat hal baik dalam diri penguasa dan hal buruk dalam diri para penguasa yang harus kami lawan, berikanlah aku lisan yang penuh dengan kata-kata bijaksana, mampu memberi memberi semangat untuk melawan segala tirani yang terjadi nanti dingeri ini, senantiasa rakyat setiap saat dan tersenyum bila perubahan itu terjadi dinegeri ini dan bila mana keadilan dan kesejahteraan dirasakan bersama maka kami dapat mengatakan

" Betapa Maha besarnya engkau karena telah memberikan pemimpin negeri ini menjadi sempurna"

Aku meyakini bahwa engkau ingin rakyat mendapatkan cita-citanya pada waktu yang tepat. Dan engkau akan membuat segala sesuatunya damai sejahtera pada waktu yang telah engkau tentukan.

Sepenggal Kisah Hidup dari seorang pecandu , Artikel 94#

Sepenggal Kisah Hidup dari seporang pecandu : Dia Aktivis “War On Drugs, kemanusiaannya terhadap korban Napza dan Hingga menjadi Jaringan Korban Napza Jogjakarta semoga bermanfaat salam Perjuangan
jadi, ada dua periode dalam hidup saya ini. Pertama, dikejar-kejar polisi ketika sedang asyik pake heroin karena kecanduanku.


Kedua, dihajar 2 Virus yang mematikan 1. Virus Hepatitis C dan yang Ke2 Virus HIV,
2 Tahun Berpindah-pindah Tempat dan Menyamar Untuk Menghindari Perlakuan tidak adil oleh masyarakat itu sendiri, keluarga dan diburu oleh polisi ibarat san pelaku Kriminal besar
1Tahun Memimpin Jaringan Korban Napza Jogjakarta selalu dihadapi terror dan tak pernah dilibatkan didalam forum pengambil kebijakan untuk pengguna Napza
7 Tahun Melawan 2 virus tersebut Hepatitis C dan Virius HIV


Terkait kisah hidupku aku berpesan kepada kawan-kawannya
Saudaraku... berikut ini saya postingkan berita tentang kisah saya dalam
menghadapi sakit yang saya derita selama ini.....
Semoga bisa menjadi inspirasi buat kita semua untuk tetap semangat.
Tetap semangat
Terima kasih pak Polisi karena mau berbagi termasuk kejujuranmu. Contohnya yang satu
ini “(saya ) Pernah Ditodong Pistol Orang Tak Dikenal sampai Ngompol”


Tak heran, Saya kemudian menjadi salah seorang sasaran yang diterus diperlakukan bagaikan sampah masyarakat.

Paling utama saat polisi menentang argumentasi saya bahwa pecandu ada adalah korban bukan pelaku criminal disaat satu forum yang membahas Harm Rductioon KPA Propinsi DIY. Itu Menjadi Risiko terhadap saya dan pastinya berdampak kepada semua pecandu yang ada di Jogjakarta hal tersebut aku sadari secara penuh oleh aku. Pada suatu malam pada 2007 disaat aku sedang berdiskusi mengenai ketertindasan, misalnya dia polisi pernah menodongkan pistolnya ke kepalaku “ kalian sedang berpesta narkoba” ujarnya.
ketika berada di Malioboro oleh seorang tak dikenal. Sebab, Saya dianggap teman-teman pengguna Napza ditengarai menjadi organisatoris bagi gerakan pengguna Napza Jogjakarta dan menentang beberapa kebijakan Undang –Undang Narkortik. ''Saya diancam akan dibuang ke Kali Code Jogjakarta kalau tidak menghentikan aktivitas ini. Terus terang saya ketakutan. Sampai ngompol di celana.

Setelah melakukan pelarian dan berdiam diri selama 4 bulan lebih lebih, Saya semakin tidak bisa bernapas lega. Sebab, Pengguna Napza terus diburu oleh polisi bahkan sampai dilakukan tindak kekerasan secara fisik maupun psikologis jika mereka melawan dan dikejar-kejar polisi.

Mulai kembali, Artikel 93#

Kini aku mencoba bangkit semuanya, meskipun terkadang merasa menyakitkan menjalaninya sebab aku adalah salah satu pelaku sejarah, namun keterlibatanku hanya dihargai dengan materi yang semua orang miskin aku yakin mereka tidak akan bisa memenuhi kehidupannya. Namun apalah arti semua itu bila kita tidak tetap kritis menghadapi para penikmatnya saja, kita harus tetap melakukan perjuangan dengan segala kemampuan kita walaupun bisa berkahir sangat pahit dlam perjalanan perjuangan kita, namun apakah sebatas itu saja kita menyerah? jangan kita semua harus kuat bertahan disatu prinsip dan ideologis yang kita yakini. Yang mereka lakukan sekarang adalah buang-buang uang kita hanya untuk satu pertemuan, mereka pikir didaerah tidak mampu menanmkan segala konsepsi-konsepsi yang diharapkan? bukankan itu pusat masih menganggap daerah adalah manusia-manusia bodoh? kenapa harus sentralistik itu terjadi lagi? bukankah dana itu lebih baik dilakukan untuk segala perjuangan kita untuk mencapai keadilan dan kesetaraan terhadap komunitas?
Tak pernah kalian berpikir bahwa gerakan kita adalah gerakan perlawanan terhadap sistem yang tidak berpihak terhadap komunitas dan masyarakat sipil.
Kini aku merasa gerakan kita telah berbelok arah dari arah perherakan dan perjuangan menjadi arah yang menghambur-hamburkan uang.... Silahkan merenung, aku, kamu dan kalian kita lakukan sama-sama agar kita semua bisa memulai kembali arah perjuangan kita!!!

Tinggi diatas kegelapan, artikel 92#

Saat ini aku sedang tinggi didalam kegelapan, disetiap ruang yang aku lihat dan aku rasakan semuanya gelap dan jauh sangat tinggi spereti sudah tak pernah bisa turun lagi aku terbang melayang diatas ketinggian bersama peri-peri tanpa cahaya semua mengelilingi disekitar kepalaku sampai-sampai mereka megeluarkan irama-irama berkabung. Semua yang di maksud dari semua ini adalah ketika kekuasaan ynag telah menangkan namun kondisi dan situasi dibawah kekuasaan kita adalah kekerasan, kelaparan, kemiskinan secara horisontal terjadi dimana-mana sebab Sang Penguasa sedang berada diatas ketinggian yang sangat gelap.

Penguasa yang tidak bisa dijatuhkan karena penguasa-penguasa ini sedang menikmati mleyang-lyangnya, diruang yang penuh dengan kegelapan negeri ini sang penguasa terus membantai secara sistematis rakyat-rakyat yang tuan rumah.

Sejengkal demi sejengkal kegelapan terus merampas tanah kering rakyat penuh dan bercampur dengan darah perjuangan, namun itu semua, semua segala kenangan maupun sejarah kini menjadi tembok pembatas isolasi untuk tanah-tanah kita dan semakin menjadi sangat sesak dan sempit, tak ada lagi udara langit yang biru, yang ada hanyalah awan kegelapan yang selalu menyelimuti ruang hidup kita sebagai pemilik hak atas tanah yang mereka rampas.

Selamanya hanya kata Maaf, Artikel 91#

Aku telah mengganggu kehidupan dianta kita, engkau mengikuti jejak langkahku kemana aku pergi engkau selalu ada disisiku, sebab sekarang ini aku sedang merasa jauh sehingga aku berlari dari kenyataan hidup yang ada, yang aku jalani semuanya tak pernah realistis untuk kehidupan kita hanya ada kata maaf yang terucap namun itu semua tak merubah semua pelarianku. Aku hanya membuat kehidupan kita semakin hancur para pengusaha-pengusaha kapitalis yang membelit kita tak lagi aku pedulikan, aku sadar kita terbawa oleh peradaban tersebut namun apa daya aku hanya seorang diri tak bisa melawannya yang bisa aku lakukan hanya berlari dan berlari dari kenyataan peradaban kapitalis yang menggurita sendi-sendi kehidupan kita. Kini aku hidup dialam mimpi yang tak pernah tergapai menjadi suatu yang realita. Semua ideologis hancur berantakan karena aku terus berlari, berlari mengejar tangisan hidup yang aku rindukan, aku merindukan seorang putri kita yang telah menjadi korban didunia kesehatan, aku selalu menganggapnya bahwa "Sagara Pradita" adalah seorang bayi pahlawan yang menjadi korban namun tak ada satupun instansi yang memperjuangkannya untuk menuntut kepastian sebab akibat putri kita meninggalkan alam nyata ini, hanya kita berdua yang bergerak namun kita kalah didalam menuntut transparansi sebab akibatnya. Semua organisasi yang mengatasnamakan orang-orang seperti kita tak ada bedanya dengan sistem negara ini, menerima uang untuk kepentingan negara-negara maju untuk mengindustrialisasikan dunia kesehatan. Dan aku hanya terdiam merenung dengan memaafkan diri kepada putriku dan kamu. Aku hanya bisa berlari dari semua kenyataan hidup ini, sebab semua yang ada dinegeri ini baik pemerintah maupun lembag-lembaga non pemerintah semuanya adalah pembunuh, iblis yang menghancurkan semua hidup rakyat jelata.
MAAFKAN AKU CITRA DAN PUTRIKU TERCINTA SEBAB HANYA ITU YANG BISA AKU LAKUKAN SEKARANG!!!!

Sakit Hidup Bersamanya, Artikel 90#

Berputar-putar mencari uang untuk menghilangkan rasa sakit dan untuk bertahan hidup, namun hanya kelelahan yang aku dapatkan semuanya seperti membenci orang-orang sepertiku, aku merasa jauh, jauh dari kenyataan aku sakit bersamanya ingin kutinggalkan namun tak pernah bisa dia menjauh dari kehidupanku dia selalu ada dibelakangku, hanya diam dan memandang apa yang terjadi terhadap diriku, mungkin dia berkata-kata seperti itu entahlah aku sedang tak mampu berbuat apa-apa, yang dikepalaku hanya ingin melakukan tindakan kriminal untuk memenuhi kebutuhan hidupku, anjing, iblis bangsat beri aku uang agar aku bisa bertahan dari rasa sakit ini, sudah banyak yang kaubunuh diantara kehidupan kami ini, mau apalgi dari hidupku? semuanya sudah kau rampas... Engkau hanya menunggu gelombang perlawanan kami untuk meruntuhkan Tiranimu yang menguasai sendi-sendi kehidupan.

Negeri bangsat, membungkam orang-orang yang kritis membunuh, menculik manusia-manusia idealis, hanya untuk mempertahankan tahta yang bergelimpangan mahkota dan harta, tak bisa lagi kita diam, rumah sudah kami berikan, kini kalian merampas tanah kami yang dimana itu adalah tempat kami untuk bertahan hidup.

Tak ada lagi Tuhan diantara kehidupan negeri ini karena Pancasila hanya sebuah semboyan puisi yang manis, agar terdengar oleh mata dunia bahwa bangsa kita bangsa yang religius dan idealis, namun semuanya hanyalah kebohongan dan tipuan terhadap rakyat yang hidup diatas tanahnya sendiri, yang ada hanyalah saling rampas dan mebunuh.

SAKIT HIDUP BERSAMAMU INDONESIA!!!!!

Karena Bersamamu Mati, Artikel 89#

Karena bersamamu aku mati tidak pernah bisa mengekspresikan diri, tidak bisa memanfaatkan tanah airku sendiri karena tanah air tempat aku dilahirkan selalu dirampas, pribumi-pribumi yang dilahirkan ditanahnya dibunuh dengan desingan peluru hanya untuk menguasai tanah airku yang berlimpah dengan sumber daya lalu kami disingkirkan dari bumi kami sendiri, negeri ini telah menghancurkan masa depan masyarakat kami, budaya kami bahkan kini telah dikuasai olehnya, kami hanya dijadikan budak oleh negara ini, yang kami inginkan adalah kembalikan hasil bumi kami biar kami disini semuanya merasakan keadilan kesejahteraan, bila tidak kami menuntut memerdekan dan membebaskan diri atas nama tanah kami ini.

Anjing-anjing penjilat tak lagi pantas kau merebut dan membunuh kami, sebab bersamamu kami semua mati, mati didalam semua aspek kehidupan menjadi budak para penguasa-penguasa yang rakus akan kekayaan diri.

memang kami tidak punya senjata untuk membebaskan diri namun kami punya semangat untuk memperjuangkannya hanya kematian demi perjuangan kami bangga dan merasa terhormat meskipun tak pernah dikenang sebagai pahlawan, bahkan kami selalu dianggap sebagai pemberontak.

negeri ini melemparkan propaganda bahwa kita yang sedang merebut hak keadilan dianggap teroris dan pemberontak, karena memang begitulah sikap para penguasa negeri ini, karena penguasa negeri ini selalu ingin dianggap good goverment oleh negara-negara internasional.

hentikan!! membunuh, merampas, menguasai hanya untuk kepentingan negara-negara adikuasa sebab kami, kita dan kalian mempunyai otoritas atas negeri ini.
Mati bersamamu atau Merdeka dan membebaskan diri!!!!

Penyesalan, Artikel 88#

menyesalkah aku dalam menjalani jidup ini sebab aku terlalu memaksakan apa yang aku inginkan, dan karena juga keinginanku tak pernah didengar oleh orang-orang yang mempunyai kuasa diatas tanah ini, sehingga yang terjadi dalam prilaku menjadi anarkis tak terkendali merusak semua yang disekitarkum merusak semuanya termasuk merusak kahidupanku dan keluargaku. Aku sangat mencintainya namun aku tak pernah bisa memberikan sesuatu apa yang seharusnya aku berika kepadanya sebab negeri ini tak pernah mengakomodir kesejahteraan hidup orang-orang sepertiku, maka aku membencinya terhadap negara ini dan aku merenung menyesal dengan tatapan mata yang kosong tanpa harapan. Aku tak tahu lagi harus berbuat dan bersikap apa untuk meraih keadilan dan hak hidupku. Hak-hak ku telah dikebiri sehingga aku kesulitan mengekspresikan diri untuk menikmati hidup tanpa ada lagi hujatan atau anarkisme yan aku lakukan, maafkan aku, aku sungguh menyesal sebab aku tak bisa mengungkapkan amarah yang terpendam sehingga aku hanya bisa melakukannya dengan anrkisme pada dirimu, maka aku menawarkan kepadamu kepada pendamping hidupku selama ini, aku pergi sementara meninggalkan kehidupanmu dan mencari untuk memperjuangkan apa yang seharusnya aku perjuangkan agar aku, kamu, kita dan semuanya bisa merasakan apa itu yang namanya kesejahteraan dan keadilan, sebab semua itu dinegeri hanya sebuah harapan yang sia-sia. dan aku tak mau mengganggu dan berbuat anarkis kepadamu, biarkanlah aku sendiri yang memperjuangkannya, aku tahu kamu sudah lelah dengan semua yang aku lakukan tak pernah ada hasilnya bahkan engkaupun sudah lelah mendukungku sehingga yang terjadi diantara kita adalah peprangan, dan aku sangat menyesal memperlakukan dirimu seperti itu, penyesalanku tak bisa aku realisasikan dengan tangisan air mata atau dengan apapun, aku hanya bisa diam menyendiri, itulah caraku mengungkapkan segalanya termasuk penyesalanku, maafkan aku kekasih hidupku, maafkan aku tak bisa membuat damai dan maafkan aku membuat dirimu menjadi takut kepadaku satu lagi semua yang terjadi dalam hidupku sekarang ini hanya bisa aku tuliskan saja sebab dialah medium yang tak pernah berargumentasi dengan diriku.!!!

Kelamaan, Artikel 87#

Kenapa semua ini sangat lama, lama dalam merubah sesuatu menjadi kearah yang lebih beik dalam hidup ini, semuanya telah dirampas, dibunuh oleh anjing-anjing yang selalu bersama kita ternyata anjing-anjig itu mulai menggigit semua kehidupan kita, para penguasa seperti setanm iblis tak pernah mempunyai rasa kemanusiaan kau bunuh saudara-saudara kami ditanahnya sendiri, dentuman senjata dan bom-bom menjadi biasa untuk kami namun itu semua akan menimbulkan rasa benci kami terhadap negeri ini, hanya ada satu kata kami ingin berdiri diatas tanah kami untuk membuat sebuah negara yang kami cita-citakan, tidak ada lagi pembunuhan tidak ada lagi perampasan menuju keadilan dan kesejahteraan bersama, bersama-sama satu bangsa kami yang selalu ditindas, hey anjing penjilat yang koruptor biarkan kami memisahkan diri kami diatas tanah yang kau kuasa secara sentralistik sehingga kami hanya selalu dijadikan kambing hitam atas pembunuhan-pembunuhan negeri ini pada bangsa kami, mari bergerak sebarkan propaganda melalui apapun untuk satu tujuan yaitu merdeka dari jajahan Indonesia.

Tak ada lagi kompromi kami sudah bosan diperlakukan seperti binatang yang tak ada arti, tak bisa makan hanya karena hasil bumi tanah kami di korup oleh para anjing-anjing penguasa negeri ini, kami semua dibodohkan tak pendidikan ditanah kami, tak layanan kesehatan ditanah kami dan tak ada yang bisa dimakan ditanah kami sebab semua sudah dirampok oleh para penguasa-penguasa yang mengatasnamakan membantu kami!!!

Merdeka, Mati, Di Tawan atau Kita Melawan Tirani negeri Indonesia ini!!!

Masukin Fhoto Aja 2#


Masukin Fhoto Aja 1#


Sadarku...Artikel 86#

Sadarku...

Hari – hari gelap pernah kulalui

Tertutup mata dan batinku

Hinggaku terjatuh dalam kehancuran

Menoreh hitam di jiwaku

Kini aku tak mau menyentuh lagi

Kenikmatan hanya sesaat

Menyesatkan aku dalam kehidupan

Terlempar Diri tak berguna

Aku lepaskan semua kenistaan

Hidupku bagaikan dalam penjara

Terasa hampa diri tak berdaya

Menyendiri nikmati kegelapan

Aku sadari tiada artinya

Dari pada bisa jadi sengsara

Lebih baik kujalani hidupku

Dengan kesadaran yang mulai ada





Para pengkhianat merubahku menjadi pengkhianat,,Artikel 85#

Para pengkhianat merubahku menjadi pengkhianat, para pembohong merubahku tak berbeda, orang2 kotor merubahku menjadi lebih kotor, dan aku bukanlah yang kukenal sebelumnya... Aku telah jadi apa yg kubenci , jadi bentuk yang kutakutkan jadi semua yang kuhindari... manusia seperti KALIAN!! Dan kini kusisakan hanya dendam dan sebongkah hati kusam... Lihat betapa hancur hidupku kini... PUAS!!! Kembalikan ku yang dulu, Hapus hati hitamku... kurindukanku yang dulu, tanpa hati hitamku...

Kesepian ditengah keramaian dengan senyum palsuku, kutertawa saat semua tertawa... tak satu pun tau... Dosaku telah terlalu berat, andai dapat kubagi, tapi ku tak butuh nasehat atau ocehan penghibur dari siapapun... Biar kupendam semua yang menyiksaku kan kutanggung sendiri... tak kan ku bercerita kepada siapapun... -Monolog yg terpendam-

Mohon maafkan aku, yang kulakukan hanya mengeluh, hanya itu yang ku bisa, hanya itu yang terasa untuk sesaat ini. Mungkin belum kucoba berusaha sekuat tenaga dan belum cukup bersabar, berjiwa besar sekian kali ini... Aku tlah coba sebaik dan sejujur yang ku bisa, namun orang2 curang selalu keluar sebagai pemenang... Dan bukan hanya aku yang merasa hidupnya tak adil, semua smakin berat, kami sekarat tanpa terhenti... dan kami semakin terpuruk, sulit tuk bedakan dosa dan bukan saat semua yang dilakukan hanya untuk bertahan hidup. Aku ingin menolong siapapun yang terjatuh seperti mereka namun bahkan aku tak mampu menyelamatkan diriku sendiri... salahkah aku bertanya? Salahkah jika berkata... Tolonglah aku mulai benci hidupku... Tolonglah aku muak dengan duniaku... Dan semua pertanyaan tak terjawab... dan semua hal busuk yang telah ku lihat... Tuhan jawablah aku... GOD PLEASE HELP ME!! I’M FALLING!!

Malaikat palsu tak kan pernah perduli, akan selalu kembali dan kembali... memohon, berjanji bahwa mereka akan berubah... Selalu ada disini bersembunyi diantara percaya dan simpati... dan mereka kan pergi tanpa ada rasa bersalah...

–untuk kamu malaikat palsu yang cantik-

-Taken from Cpt. Jack-

[Arez of SadiE]



Mengertikah kita? Artikel 84#

Tak ada lagi yang mengerti, semuanya selalu dimulai dengan emosi yang tak terkendali, tak ada lagi yang mendukung seseorang untuk mempunyai mimpi, yang dilakukan hanya terus menuliskan segala kejadian ketidakadilan sosial yang terus terlihat dimata hatinya.

Setiap mimpi yang ingin digapai, setiap pengorbanan yang telah dilakukan namun perjuagannya menuliskan ketidakadilan tak pernah henti-hentinya.

Para kaum miskin yang selalu dipolitisir oleh para pengusaha dan penguasa yang ada dinegeri ini terus melindas tanah kehidupannya, keringat darah dan kematiab karena kelaparan, setiap waktu, tenaga, pemikiran dan pangan kehidupan kami terus di rampas untuk dijadikan tempat yang dapat menjadikan keuntungan sepihak, keuntungan para penguasa dan pengusaha yang sudah tak mengerti tanah air dan jiwa-jiwa manusia semakin hancur dan rusak berantakan karena racun kapitalis yang merambah kehidupan kita semua.

Orang-orang yang berkuasa selalu saja secara sengaja menciptakan penghancuran yang tersistematis yang dimana kita sebagai kaum miskin yang bodoh, selalu berprasangka bahwa merekalah yang seorang dermawan.

Pendidikan, ekonomi dan kesehatan selalu menjadi masalah bagi kita yang berada digerakan kaum miskin negara ini, tapi apa daya kita semua kalah didalam perjuangan untuk meraih keadilan untuk semuanya, disaat ingin membuka pintu tanah air kita sendiri semua tertutup ketat dijaga oleh para militer negeri ini.

Ini adalah rumah kita, mengapa kita tidak boleh masuk kedalamnya? mereka sudah mencuri kini menempati rumah kita sendiri, kita semua diusir anak-cucu kita dan orang-orang seperti kita lainnya dikonsep dan cuci paradigma terhadapa para penguasa, baik secara agama, pendidikan seni dan budaya sehingga tak ada lagi yang meneruskan perjuangan untuk meraih persamaan hak kita untuk hidup.

Karena Tirani Semakin Menggurita di dalam negeri ini!!!


Ingin Menghilang dari semua ini, Artikel 83#


Entah apa yang terjadi sekarang ini, aku hanya ingin terus terdiam tanpa gangguan apapun yang terjadi disekitarku, aku ingin sekali ini tanpa batas waktu memejamkan mata dialam bebas tanpa aturan, sehingga manusialah yang menentukan semua aturan yang ada dinegeri ini, aku kini terganggu didalam setiap kedipan mataku selalu saja meihat disekitarku situasi-situasi yang membuat jiwa ingin berteriak, namun apa daya aku hanylah manusia yang tidak mempunyai tempat untuk menyampaikan suara agar didenarkan dan diterima oleh para pengambil keputusan negeri ini, maka biarlah aku diam dan memejamkan mata namun buatlah aku ternyenyak didalam mimpi yang menghiasi tertutupnya mataku.

Tetap saja tidak ada yan pernah menghilang segala bentuk kecurangan-kecurangan dinegeri ini, maka tak pernah bisa aku menghilang dari semua ini, tak bisa aku berlari, tak bisa aku diam, tak bisa berbuat apa-apa didalam segala hal yang merusak keadilan ini.

Aku terus melihatnya meskipun didalam tidur terbawa semuanya kedalam mimpi yang mengganggu malam-malam tidurku, hingga aku mati ditelan semua berita yang menhancurkan bumi ini, yang menghancurkan manusia itu sendiri, karena kekuasaan dan keserakahan menjadi tujuan akhir manusia-manusia kita kini dan nanti tak pernah bisa mencapai kedamaian dan menghilangkan segala Tirani dimuka bumi ini!!!

Sang Perempuan bersama Sang Ratu Jawa, Artikel 82#

hanya Raja dan Ratu yang berkuasa ditanah ini, entah akan terjadi apa terhadap kehidupanku menuliskan ini, karena Ratu ini adalah Ratu yang berada ditanah mistis, namu yang pasti kami telah menyampaikan apa yang menjadi kebutuhan kepada Ratu yang kami anggap adalah manusia yang sama dengan kami diciptakan dengan kodrat yang sama sebagai perempuan, namun tak ada lagi yang digerakkan karena semuanya hingga sekarang ini hanya sampai disaat menyampaikannya saja, tidak ada tindak lanjut untuk mencapai kesejahteraan bersama, tetap saja yang berkuasa tetap akan seperti para penguasa lainnya, meskipun dia manusia yang disakralkan di Tanahnya, bahkan akupun merasa takut menuliskan ini sebab sang Penguasa akan mengusir kami sebagai rakyatnya yang suka berteriak dan memerahkan telinganya...!!

Dasar Sang Perempuan dan Sang Ratu!!! Tetap saja posisi terbedakan karena keddudukan walaupun kita sama sebagai perempuan!!



Dalam Hitam, Artikel 81#

Dalam hitam gelap malam aku sendiri termenung menanti malaikat kematian datang menjemputku ditempat aku berbaring didalam kamar menghadap langit-langit rumah, tak ada satupun bayangan hitam dan putih datang menjemputku tidak ada kisah maupun tragedi yang terjadi dimalam gelap ini, semua yang ada hanyalah otak yang terus berputar memikirkan dimanakah malaikat kematian itu??

Hanya kegelapan dan cahaya remang-remang kamarku yang sesak dan lembab penuh dengan aura kelemahan hidup yang ada hanya ingin terbaring dan menanti malaikat kematian datang menjemputnya, yang ada aura ketakutan didalam gelapnya ruangan dalam kamar ini. Semua sudut terasa menghimpit dada hingga terasa sesak untuk bernafas, namun tak pernah terjadi sesuatu didalam kehidupan nyata, semua yang ada diruangan ini hanyalah halusinasi kegelapan aura ruangan kamar ini.

Kegelapan dihitamnya kehidupan tak ada lagi secercah cahaya yang menerangi jalannya kini semuanya berjalan penuh dengan warna hitam yang gelap tak ada warna-warni yang cerah, tak ada tempat lain yang menerima hitam ini tetap ada, semua warna yang cerah takut akan kehadiran warna hitam kehidupan kami, maka kami hanyalah berada dilingkaran dan ruangan kehidupan warna kami, kekerasan, pemrkosaan, perampokan, pembunuhan semua yang menyeramkan ada dikehidupan kami sebab kami diciptakan untuk tetap berada didalamnya. Tirani sengaja menciptkan kami secara tersistematis sehingga terbentuklah sebuah beradaban kami yang berwarna hitam.

Kami manusia juga ingin keluar dari semua gelapnya dan susahnya kehidupan, kami butuh cahaya diantara kami, kami mampu merubah warna hitam ini menjadi aura kedamaian dan keadilan sekali setiap warna cerah kehidupan tidak mau menerima warna kami, karena mereka diciptakan dan dibangun untuk membenci kami, membunuh kami, merampas punya kami.

Maka dalam ruangan hitam didalam gelapnya malam kami semua menanti para malaikat kematian membantu kami menemukan cahaya kehidupan bukannya menanti sebuah kematian karena kepasrahan dari tekan sosial kehidupan didalam keberagaman!!!


Dimanakah Ibu kandungku, Artikel 80#

Banyak sekali perbedaan hidup antara aku dengan orang yang aku cintai ini, pernah terdengar didalam perbincangan serius, sebelum Bapak pulang menghadap sang penciptanya bahwa aku harus dikembalikan kepada yang sebenar memiliki aku, siapakah bapakku ini? sebelum aku tahu dia sudah pergi jauh dan takkan pernah memberi tahu aku apa yang terjadi pada kehidupanku sebenarnya, Ibupun kini telah menghilang entah dimana dia sekarang, dia pergi begitu saja meninggalkan kehidupanku disaat aku butuh sebuah jawaban yang sebenarnya, kini akupun mulai melangkahkan kaki tak terasa entah kini aku berada dimana, yang aku tahu dan aku lihat aku berada diantara orang-orang yang membuatku merasa menjadi orang asing didalamnya, ternyata akupun telah pergi meninggalkan tempatku berada sebelumnya. Tak ada rencana dan agenda untu kulakukan, aku hanya masih tak percaya bahwa aku berada ditempat lain ditempat orang-orang yang membenci para orang tua, para penguasa, para pengusaha. Aku berada didalam yang ternyata lebih dalam dari sebuah sumur ataupun GOA, aku berada diruangan isolasi kehidupan diri bersama orang-orang yang membenci kehidupan nyata, aku mulai mencari mungkin saja ibuku ada disini, yang mana saja bai dia Ibu kandungku atau ibu kehidupanku karena aku berharap dibawa keluarnya dari ruangan ini melawan orang-orang yang dibenci oleh penghuni ruangan isolaso kehidupan, agar tidak lagi orang-orang membenci kehidupannya, agar tidak lagi ada orang-orang yang lari dari kenyataannya, Sebab aku yakin kita semua bisa keluar dari sini, namun kita semua butuh seorang yang pantas kita mintai nasihatnya, Dimanakah Ibu kandungku yang mempunyai tanah air ini!!


Hanya bersamanya, Artikel 79#

Hanya bersamanya aku mampu berada didalam hidup yang lebih baik, tak ada satupun wanita yang sehebat dia...
karena dia adalah segalanya bagi kehidupanku, dia mampu merubah segala kehidupanku dari seseorang yang berkutat dengan dirinya sendiri didalam pencarian kebenaran namun tetap aku tak temukan didalam perjalanan hidupku yang sendirian sebelumnya... kini Tuhan telah menyatukan semuanya, meskipun diantara kami beda keyakinan, prinsip bahkan pemikiran, namun hanya dengan diskusi kami menemukan solusi hidup, solusi untuk mengubah dunia ini secara bersama, membangun semua kerajaan kecildiadalam lingkungan hidupku yang penuh dengan keadilan... bersamanya aku mencari suatu yang bermartabat dalam hidup ini, mencari sesuatu keadilan diantara orang-orang yang tertindas seperti kami hidup dilingkungan sosial yang selalu membenci kami, bahkan orang-orang satu perjuanganpun tak pernah merasakannya betapa pedihnya hidup diantara kemiskinan dan ketidakadilan, orang-orang yang mengatasnamakan kami selalu mempolitisir kehidupan seperti kami, tetap saja kami hidup didalam kesengsaraan, ada negara, ada sebuah organisasi besar yang menmgatasnamakan kaum kami tetap saja suara kami tak pernah menjadi sebuah harapan yang ada suara kami hanya dijual kepada para penguasa yang mempunyai kekayaan diatas negeri ini, bahkan ketika anak kami meninggal tak ada penjelasan sedikitpun baik itu dari insatansi kesehatan itu sendiri maupun dinas-dinas yang bekerja atas nama kaum kami, lalu kemana kami harus mengadu semua ketidakadilan ini? karena tirani sudah menggurita, menggurita sampai kepada orang-orang yang kami anggap mampu memperjuangkan kaum kami. Dimanakah negara impian agar kami bisa tetap bersama dengan kembang kehidupan kami!!!



Hanya milikku selamanya, Artikel 76#

Wanita ini hanya akan jadi milikku selamanya, meskipun dia tahu bahwa aku hanyalah seorang pecundang!!! namun dia tetap bertahan bersama kehidupanku...Cinta dan kasihnya sangat besar untuk merubah kehidupanku, merubah dunia yang penuh dengan pengkhianatan, sebagai contoh seorang aktivis perempuan yang selalu di caci-maki oleh rekan-rekan sesamanya, sebab seorang pahlawan sejatinya akan selalu dilupakan, disingkirkan dan tak ada yang pernah mengenangnya begitulah pahlawan karena yang dia harapkan dan impikan adalah sebuah perubahan yang sebenarnya kita rasakan bersama, maka sangat pantaslah aku menyebutnya Sang Perempuan ini adalah seorang pahlawan yang dilupakan dan terkhianati oleh orang-orang yang hanya bisanya merasakan hasil dari semua perubahan itu, namun apa yang dia dapatkan dari perubahan itu? yang ada dia disingkirkan dari nikmatnya kue-kue perubahan yang kini kalian rebutkan untuk jiwa-jiwa yang serakah, untuk jiwa yang rakus akan nikmatnya dari perubahan, maka sia-sialah hasil perjuangannya sebab perubahan menjadi tercoreng oleh tangan-tangan manusia yang mengotori perubahan itu sendiri, sebab perubahan itu seharusnya untuk bersama, untuk orang-orang yang membutuhkannya, untuk orang-orang yang tak pernah merasakan kesejahteraan ekonomi, namun kalian hanya nejadi tikus-tikus seperti para pemimpin negara ini!!!



Para Pecundang, Artikel 75#

Seorang pecundang yang satu ini selalu terkalahkan, terkalahkan didalam kebenaran yang dianggapnya benar, selalu dikhianati oleh kawan-kawan yang kini lebih pecundang dari pada dirinya....

Hanya para pecundanglah yang selalu mempertahankan yang dianggapnya benar, padahal kebenaran tak pernah menganggap bahwa yang lebih pecundang dari pecundang itu benar....
Sebab hidupku tak bisa diatur oleh aturan-aturan yang dibuat manusia-manusia pengkianat yang mempercundangi para manusia pecundang, lebih baik kita hidup dialam kebebasan dan menjadi manusia yang bebas " Free Man " bila kita tak pernah membebaskan diri kaita akan terkekang oleh aturan-aturan yang dibuat oleh para pecundang, hanya menantang dan melawan dengan kita seperti itu hanya akan ada dua pilihan antara menang atau kita selalu dipecundangi oleh para penguasa yang pecundang.

kebijakan yang dibuat para pecundang memang harus kita lawan... lawan dan lawan sampai kapan kita harus melawannya, meskipun kita selalu terjebak oleh sistem dan selalu menjadi orang pemberontak yang selalu terkalahkan paling tidak kita sudah melakukannya, sudah melawannya meskipun nantinya kita hanya dijadikan kambing hitam oleh para pecundang!!

Kita melawan harus dengan semangat dan keberanian jikalau kita tidak berani gunakan Drugs ataupun alkohol sebagai doping untuk melawannya sebab Tirani hanya bisa dilawan dengan Anarkisme yang tak terkendali, membuat negeri ini menjadi rusuh itulah cara-cara pemberotak seperti kita, aku dan kalian orang-orang yang membenci negara ini.

Mau melawan atau kita mau menjadi bagian dari para pecundang tersebut??? pikirkan karena kalian punya otak dan hati jangan hanya diam dan pasrah jangan seperti para pecundang jalanan tak mau berbuat sesuatu, sebab dengan perlawanan kita bisa mempunyai harapan untuk mencapai keadilan dinegeri ini!!!



Mati Bersamaku, Artikel 74#

Jelas kamu rasakan hidup bersamaku tak pernah akan mendapatkan kebahagiaan apalagi sebuah kekayaan, aku penuh dengan kekerasan, penuh dengan dendam tak peduli engkau siapa dan apa posisimu...

aku hanya ingin menjalankan hidup membebaskan kehancuran yang terus singgah bersamaku, tawaranku untukmu adalah pergi tinggalkan aku atau kau akan merasakan sakit yang terus-menerus bila terus bersamaku sebab aku hidup diantara pelawanan terhadap orang-orang yang sudah terlalu sering menyakiti aku.

pilihlah yang terbaik dan pergi dari kehidupanku sebab akupun tak rela bila kau terus terasakiti oleh ulah dan kelakuanku yang menurut penglihatanmu tak ada wajar-wajarnya.

akupun sudah muak bersamamu, muak karena selalu dimulai dengan keributan-keributan yang membuatku menjadi kehilangan kendali untuk mengontrol salah satu anggota tubuhku, apakah kau terus merasakannya? sebab tak ada yang bisa merubah kehidupanku kecuali kebebasan yang telah membebaskan kehidupanku.

Tak ada lagi yang perlu ditangisi, tak ada lagi yang perlu disesali semuanya terjadi begitu saja, maka bila terus bersamaku adalah mati!!!


Dinegeri Sendiri, Artikel 73#

Apa yang terjadi didalam negeri sendiri membuat kami sebagai rakyat semakin gelisah, pesta demokrasi dinegeri ini tinggal menghitung hari saja, namun peperangan antar partai politik semakin kuat untuk memperebutkan sebuah kursi, rakyat terus dipolitisir untuk meraih simpati setiap partai, tak sedikit pula kita di korbankan untuk kepentingan partai tersebut, namun tetap saja negeri ini terlihat, masih seperti berada didalam kotak-kotak yang telah diatur oleh mereka, aku hanya inginkan kesamaan, kemerataan didalam keadilan sosial, tapi tetap saja jurang pemisah itu semakin jauh, kita sebagai bagian dari masyarakat yang terpinggirkan, tidak bisa berteriak sendiri, karena itu hanya akan dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tirani untuk kepentingan meraih apa yang diinginkannya, kita harus bersatu semua elemen masyarakat yang termarjinalkan, tanpa memandang latar belakang, marilah kita kejar mimpi untuk mencapai kesataraan hak kita untuk hidup yang sejahtera.
Tanpa kita rebut mereka yang akan merebut hidup kita, karena itu terjadi diperjalanan kehidupanku, tanpa berharap penghargaan apapun aku mendorong dia untuk dapat terlibat lebih jauh karena aku yakin dia mempunyai kemampuan dan potensi yang berarti bagi kehidupan kita, namun diperjalanan aku tetap menjadi The Losser!! orang yang selalu dikalahkan, oleh sahabat kita sendiri bahkan oleh keluarga kita sendiri mereka akan siap mengkhianati garis pergerakan kita, maka dari itu kita pun harus siapa mengahadapi orang-orang seperti itu, karena didalam negeri ini semua orang saling mengkhianati, mengkhianati kehidupan bangsa, bangsa yang sudah lama tertindas olehnya!!


Hanya Bisa menghujat, Artikel 72#

Hai kawan, kenapa engkau selalu melakukan itu terus, engkau hanya bisa menghujat tanpa memberikan solusi, kenapa engkau melakukan itu terus??? engkau tak pernah melihat tak pernah merasakan berada dibawah, maka dari itu cobalah turun kebawah, jangan bisanya menghujat saudara-saudara kita yang sedang berjuang mati-matian, engkau hanya membuat kisruh situasi, tidak adakah seharusnya yang engkau lakukan adalah mendukung mereka yang sedang bekerja? tidak adakah rasa terima kasih engkau untuk semuanya? bukankah engkau sedang merasakan nikmatnya kue-kue manusia? engkau memang biadab, engkau adalah musuh didalam selimut, tak relakah engkau teman-teman meraih kedailan sejati? Stop menghujat seperjuangan, hujatlah diri sendiri dan negara yang engkau sendiri telah merasakan kue-kue itu dari mereka, merenunglah sejenak apakah dirimu memang benar dan suci? tak pernah kah kau merasakan sakitnya dkhianati oleh sahabat sperjuangan sendiri? nanti engkau akan merasakannya, karena aku tahu sekarang engkau sedang enak-enaknya menikmati kue-kue yang membunuh sahabat seperjuanganmu sendiri, aku lelah melihat tingkahmu, tak sadarkah kau bahawa dirimu telah melukai banyak orang? jangan buat banyak alasan untuk menghindar dari fakta itu, terimalah dan minta maaf kepada orang-orang yang telah kau sakiti bahkan kau bunuh tanpa rasa bersalah, Jangan hanya bisa menghujat sahabat-sahabat yang sedang berjuang, Hujatlah dirimu sendiri dan negara yang telah meberimu kenikmatan!!!


Hanya Diam Seribu Bahasa, Artikel 71#

Akhir-akhir ini aku hanya bisa diam, menyendiri dari dunia yang penuh dengan kekejaman, aku hanya sedang lelah berjalan disatu sisi yang membuat aku terus terjatuh, aku ingin menyendiri untuk merenung sejenak namun aku masih belum tahu apa yang harus aku lakukan untuk kehidupanku kedepannya? karena didalam dunia ini yang ada hanya saling menjatuhkan kehidupan orang lain tidak ada toleransi didalam menghargai manusia untuk tetap bertahan untuk hidup. Karena aku hanya bisa diam, tak bisa mendeteksi lagi kemampuanku sebagai seorang manusia yang diciptakan Tuhan begitu sempurna, aku merasa sedang dibawah tanpa mempunyai kekuatan lagi untuk bertahan didalam kehidupan, seperti kata pepatah " hidup segan matipun tak mau" dan aku sekarang hanya bisa Diam. Kepala dan hatiku seperti tak mampu merasakan lagi damainya hidup didunia ini mungkin aku sudah terlalu lelah sehingga menjadi depresi untuk semuanya. Tak ada yang harus aku jalani untuk sekarang ini sebab aku sedang terbungkam dan terdiam seribu bahasa, namun hati dan pikiran ini tetap terus berjalan dengan menuliskannya sebuah cerita, ide dan kisah ditempat dimana aku mampu untuk menulisnya. Hanya bisa diam semoga ini semua menjadi emas diantara orang-orang yang berteriak tidak karuan, karena sekarang aku memang sedang ingin diam untuk sementara waktu yang tidak bisa aku tentukan sendiri, hanya waktu yang mampu menjawab semuanya, kapan diam keluar menjadi sebuah mimpi yang nyata dan indah....


Hilang ditelan Bumi, Artikel 70#

Telah hilang sebuah cerita didalam kehidupan nyata, karena kita tak mampu lagi bersuara sang pejuang telah hilang ditelan bumi entah dimana kini keberadaannya, aku tak pernah tahu lagi berada dimana kini dia..., hanya ada sebuah kenangan yang mengarungi cerita hidupnya didalam perjuangan namun terkadang itu semua dilupakan oleh orang-orang yang telah merasakan nikmatnya hasil perjuangan bersama, tak ada lagi cerita yang dibincangkan tentangnya, tak ada lagi kenangan yang dikenang oleh-oleh teman-teman seperjuangan, karena mereka telah melupakan seorang pelaku sejarah didalam menuju visi kita bersama. layak kah kita menikmati semua ini? tanpa mengingat para Pahlawan yang telah mengantarkan kita sampai dititik ini kenikmatan kita, Namun terkadang kita lupa dengan sejarah yang telah membawa kita sampai disini, dan juga bahkan kita menjadi lupa karena telah berada dan terbuai oleh kenikmatan sistem yang telah kita rasakan, kita menjadi lupa bahwa ada sebagaian orang yang tanpa kita sadari bahwa kita melukai kehidupannya, telah membunuh ruang geraknya dan telah membungkam suaranya, yang ada hanyalah suara-suara kelompok kita tanpa memikirikan sebagian masyarakat lainnya yang masih tertindas oleh sistem Tirani, mungkin saja sistem itu kita yang buat sendiri, karena terkadang kita terlalu egois meraih sebuah mimpi tanpa memandang sisi masyarakat lainnya yang mungkin saja kehidupannya lebih mengenaskan dari kehidupan kita, maka jangan salahkan sebagian masyarakat menjadi pemberontak diatas buminya sendiri, diatas tanah airnya sendiri, yang dimana tanah airnya tak pernah memberi sejengkal tanah untuk ditempati dan setetes air untuk melepas dahaga yang penuh dengan kekeringan, maka sebagian kehidupan kita adalah hidup yang penuh dengan tirani, tak ada bedanya dengan negara yang menghancurkan sebagaian masyarakat dan kita adalah penguasa baru berbarengan dengan pemerintah untuk menghisap sebagian kehidupan masyarakat yang masih tertindas, apakah kita orang yang tertindas atau orang-orang yang menindas sesama kita? karena semua keadilan itu sebenarnya telah hilang ditelan bumi!!!


aku hanya bisa menuliskan apa yang aku lihat, Artikel 69#

Yang aku lihat disekitar kehidupanku, hanya bisa kusuarakan melalui tulisan yang tak ada arti sastranya bahkan terbaca seperti tulisan anak kecil yang tidak bisa dibohongi apa yang terjadi pada dirinya, aku hanya bisa menuliskan saja apa yang aku lihat, aku tak pernah lagi bisa bersuara untuk kusampaikan apa yang telah terjadi disekitar seharusnya patut diperhatikan, karena aku sudah banyak yang membungkam untuk saat ini aku hanya bisa menuliskan saja, karena orang-orang yang membungkam itu takut akan perubahan, aku masih bertahan untuk diam namun aku tetap menuangkannya apa yang aku lihat disekitarku melalui tulisan, sebab jika aku terus diancam untuk bungkam mungkin saja aku akan terbunuh jika harus terburu-buru mengungkapkan situasi sosial yang tidak adil ini, aku masih terus melihatnya meskipun tirani itu kini semakin terang-terangan menunjukkan dirinya, rasanya memang tidak tahan ingin sekali aku teriakan ini semua, namun kekuatan masih belum cukup sehingga apa yang aku suarakan terkadang tidak ada yang ambil peduli untuk menuntaskan ketidakadilan sosial ini, bahkan aku terlalu sering ditertawakan karena mereka menganggap apa yang aku sampaikan tidak pernah membuat mereka peduli dan memang aku tidak bisa menyembunyikan emosionalku, sehingga aku bersuara sejadi-jadinya mengikuti emosi hatiku karena aku tidak bisa memainkan peranan yang aku anggap itu semua adalah pembohongan diri dan publik, entah kenapa orang-orang itu sangat senang berperan seperti seorang aktor seolah mereka tidak melihat dan merasakannya, bila mereka seorang manusia seharusnya mereka bisa merasakannya apa yang terjadi dan memperjuangkannya bersama untuk membongkar tirani yang semakin menggurita dialam yang katanya demokrasi ini...
Aku hanya bisa menuliskan pa yang telah aku lihat, aku belum ampu untuk bersuara dan berteriak seperti para aktor, aku hanya mampu berteriak sejadi-jadinya mengikuti apa yang dikatakan hati nurani ku ini!!!


Kemenangan Diatas Peperangan Artikel 68#

Sebuah bangsa yang memperjuangkan kemenangan selalu diakhiri dengan peperangan, sejarah telah membuktikan untuk mencapai sebuah mimpi satu bangsa harus memerangi satu bangsa lainnya, mengapa itu semua harus terjadi didalam didunia ini, aku tak pernah mengerti mengapa manusia ada hanya untuk saling membunuh manusia lainnya, Apakah itu semua sudah menjadi garis kehidupan yang telah ditentukan Sang Penguasa alam semesta ini? Aku rasa tidak kita semua bisa mengarahkan garis kehidupan kearah yang lebih baik, kearah yang saling mencintai antara satu bangsa dengan bangsa lainnya, bayangkan akan seperti apakah alam semesta ini bila kita semua hidup dengan damai berdampingan dengan semua makhluk hidup lainnya? betapa surga dunia itu memang ada bila kita semua mau menciptakannya, namun sayangnya yang terjadi adalah selalu diakhiri dengan peperangan, itulah faktanya bahwa manusia hanya memperjuangkan hidupnya sendiri untuk mencapai kemenangan dengan memerangi manusia lainnya, dan manusia itu hanya memntingkan kelompoknya sendiri juga sebuah bangsa hanya mengutamakan bangsanya itu sendiri untuk menjadi penguasa diantara para penguasa, mengapa manusia hidupnya seperti itu hanya ingin menguasai untuk kemengan hidupnya sendiri, merusak alam semesta membunuh manusia lainnya dengan peperangan yang tak pernah berakhir diatas bumi tempat kita berpijak!!!


Aku genggam Kehidupan ini, Artikel 67#

Aku hanya ingin menggenggam kehidupanku sendiri, namun mengapa tetap saja sangat sulit padahal itu semua hanya untuk kehidupan aku sendiri, bangsa ini sudah penuh dengan tirani yang sangat menggurita, mereka menggenggam semua kehidupan manusia. Para manusia yang lemah akan menjadi semakin lemah yang kuat semakin berkuasa, kehidupankupun kini sperti ditentukan oleh yang berkuasa, aku hanya ingin menggenggam kehidupanku sendiri, seperti aku menggenggam pasir, semakin aku genggam semakin sedikit yang aku dapatkan, pasir kehidupanku telah dibangun oleh para penguasa yang kapitalis, mereka membangun kehidupannya diantara mengorbankan kehidupan manusia lainnya. Menggenggam kehidupan sendiri pun dinegeri ini sangat sulit diperjuangkan sebab kehidupan kita selalu dipermainkan oleh mimpi-mimpi yang tamak para pelaku tirani, tanpa ampun mereka merebut semua mimpi kehidupan kita, kini kita hanya bisa bermimpi meskipun hanya untuk bertahan hidup. Sebab mimpi kita tak pernah diperjual belikan namun mimpi kita direbut untuk mencapai mimpi para penguasa untuk mebangun istana megah yang penuh dengan kemahalan hidup, bahkan ingin mengeluarkan setetes keringatpun kita harus membayarnya sebab kehidupan manusia telah menjadi pasar yang menguntungkan bagi para penguasa, Aku hanya ingin menggenggam kehidupanku sendiri, tanpa aturan bebas menikmati kehidupan dan hidup untuk menikmati kebebasan tanpa aturan, maka mari bebaskan diri kita dari segala belenggu yang ingin menguasai kebebasan hidup kita sebagai manusia


Anak Kegelapan, Artikel 66#

Ditanah airku yang tercinta situasi kini kian merajalela, seorang anak hidup didalam kegelapan hanya karena sebuah impiannya tidak tercapai, Penodongan, Perampokan bahkan pemerkosaan dia lakukan hanya untuk melampiaskan dendam terhadap ketidakadilan dinegeri ini, Anak kegelapan berjalan untuk mencapai kehidupannya sebab tanpa melakukan itu semua kegelapan maupun menerangan tak akan pernah dirasakan oleh anak-anak kita yang terjebak didalam kegelapan kehidupannya. Wahai para penguasa mimpi jangan lagi kau rebut alam khayal anak-anak kita biarlah sang cahaya menerangi jalannya agar tak ada lagi anak-anak kita yang terjebak didalam kegelapan. Bangsa ini sudah terlalu gelap untuk dilalui oleh manusia-manusia yang baru lahir ditanah airnya maka kita sebagai anak kegelapan mencoba meraih kembali cahaya mimpi yang telah direbutkan oleh para penguasa diatas tanah ini. Tak ada lagi kata diam, tak ada lagi manusia merasakan yang sama diruang gelap yang penuh dengan tirani, mari kita semua bergerak menuju cahaya yang dapat membongkar kegelapan tirani yang telah merebut untuk dikuasai negeri yang kini tak punya harapan dan mimpi indah, tanah kita kini telah menjadi batu gedung yang penuh dengan kesibukan, air kita kini telah kering kerontang menjadi pendingin ruangan yang menghancurkan hijaunya daun dihutan rimba. Hutan rimba kini telah menjadi jalanan untuk menuju kemusnahan bumi kita, tak ada lagi udara segar untuk kita hirup tak ada lagi bayi yang baru dilahirkan bisa bernafas dengan lega, bahkan langit kita tak lagi biru yang ada hanyalah awan kegelapan yang sebentar lagi hujan ledakkan meriam yang meluluh lantakkan manusia dan makhluk hidup lainnya ditempat kita semua beradab. Alam sosial kita kini yang ada hanyalah terlihat kekejaman manusia satu dengan lainnya saling menghantam, itu semua hanya memperjuangkan untuk kehidupannya sendiri. Tak bisakah kita merubah ruang gelap ini menajadi alam yang penuh dengan kesegaran bernafas, saling merdeka tanpa memperebutkan kehidupannya? karena kita semua hanya bisa berharap kepada anak-anak kita yang terlahir dialam kegelapan untuk merubahnya!!!


Boneka Kehidupan, Artikel 65#

Menjadi seorang pemimpin tidak ada artinya jika semua kehidupanku diatur oleh Tirani yang mengatasnamakan rakyat, lebih aku mengundurkan diri menjadi seorang pemimpin, aku hanya perlu memimpin diriku sendiri lalu mulai mengorganisir kekuatan para pemimpin itu sendiri karena aku yakin semua orang adalah pemimpin atas kehidupannya sendiri bukannya pemimpin yang diatur-atur oleh tirani yang selalu mengatasnamakan rakyat, aku tak bisa menjadi boneka untukmu kawan kini aku bisa melihat siapakah dirimu sebenarnya, engkau bahkan tak layak berada ditengah-tengah kami apa lagi engkau harus menggantikan posisi sebagai pemimpin. Tak ada lagi yang perlu dipimpin biarkan semuanya bebas menetukan arah kehidupannya termasuk aku, kamu dan kalian bebaskanlah dirimu dari segala belenggu yang mengatur ruang gerak kehidupan. Tak ada yang dibanggakan sebagai penguasa kini aku tahu bahwa kekuasaan adalah sebuah alat untuk menguasai kehidupan seseorang, Pernahkah kau berpikir untuk tidak lagi mengatur semua aspek kehidupanku? pernahkah kau tak lagi mengikuti segala kehidupan yang aku miliki yang seharusnya kau tak punya hak mengutak-atik kehidupan seseorang? engkau selalu berlindung atas nama rakyat, namun engkau mengkhianati sang pemimpinmu sendiri? tak pantaskah kau berada ditengah-tengah kami lagi? aku terkadang lelah melakukan sumpah serapah terhadapmu karena engkau sangat pandai berlindung atas nama rakyat, kini aku tahu tidak alasan lagi untukmu, tidak ada toleransi lagi atas otoritas kehidupanku sendiri, akulah yang menentukan arah kehidupan ini, akulah yang memimpin dengan jiwaku dengan hati nuraniku. meskipun engkau orang terdekatku namun aku tetap harus menyingkirkanmu dari negeri ini, sebab engkau selalu menjadi benalu didalam perkembangan kepemimpinan kehidupanku dan rakyatku, karena aku bukan bonekamu, karena aku adalah diriku yang pantas memimpin kehidupanku


Semalam suntuk, Artikel 64#

Semalam suntuk aku membebaskan diri dari segala bentuk yang membuat aku lelah karena terus berpikir mengenai kehidupan, aku hanya melakukan sendiri sambil menenggak bir didalam ruangan yang sangat gelap dikamar ini, sudah terpenuhi oleh asap-asap rokok khayalan yang membawaku terbang keatas langit-langit rumahku, aku sedang muak dengan kehidupan yang tiada hentinya menghantuiku dengan ketakutan akan masa depan, kini aku melihat sesuatu yang suram didalam depresi kehidupanku, kepalaku rasa mau pecah terpikirkan akankah aku bertahan dikerasnya kehidupan, seminggu bertahan, sebulan bertahan dan setahun bertahun entah minggu-minggu berikutnya, bulan-bulan berikutnya dan tahun-tahun berikutnya apakah aku bisa bertahan didalam kehidupan ini. Entahlah aku sedang lelah memikirkan semuanya kini aku hanya ingin damai dan membebaskan diri dari segala belenggu yang mengekang aku didalam melangkah, tapi untuk detik, menit dan jam ini aku hanya ingin ada dengan jiwaku tanpa pikiran, aku hanya ingin kosong dan terdiam didalam mimpi-mimpi indah yang terlintas disetiap khyalanku melalui putihnya awan-awan yang melintasi pikiranku, karena ketika aku kembali ke alam nyata, kenyataan terlalu kejam untuk aku lalui untuk aku hadapi, sebab aku merasa sudah tak mampu lagi menikmati kehidupan ini, semuanya terlihat tak pasti yang terlihat hanyalah kehancuran hidup yang selalu ada didepan mataku dan terlintas setiap saat dipikiranku tanpa ampun, dan aku hanya ingin menikmati malam suntuk ini tanpa memikirkan jiwa yang nyata ini!!!


Kehilangan Hasrat hidup, Artikel 63#

Aku saat ini merasa kehilangan hasrat untuk kembali meraih semua mimpi yang selama ini terus menjadi orang yang selalu terkalahkan didunianya sehingga aku merasa lelah untuk memulainya kembali, aku merasa tak berdaya dan tak tahu lagi harus memulainya dari mana, sebab banyak orang yang ingin membunuh idealis kami, kini aku hanya terdiam dan tak mempunyai hasrat untuk mengejarnya dengan penuh harapan, karena sendi-sendi semangat telah diluluh lantakkan bahkan oleh orang-orang yang aku cintainya. Mungkin saja dia merasa hidup denganku tak pernah meraih mimpi-mimpinya untuk meraih materialis yang dia harapakan sehingga idealis pun dipertaruhkan hanya untuk meraih kesemuan hidup. itulah yang terjadi sehingga aku menjadi tak berhasrat untuk mencumbui fakta-fakta kehidupan ini, aku kini hanya bisa mensumpah serapahi semua kehidupan yang terjadi kepadaku karena aku merasa semua yang kujalani tak kudapatkan kebahagiaan dan mimpi yang anda, tak mungkin lagi aku pertahankan ini semua bila selalu berkelahi dengan orang-orang yang hanya ingin memanfaatkan kehidupanku untuk meraih mimpinya sebab aku bukanlah boneka yang harus mengikuti setiap yang kau mau padahal aku tahu engkau hanya menjadikanku sebagai alat untuk engkau melangkah dan membuat tirani terhadap orang-orang bodoh yang terus kau bodoh-bodohi bahkan engkau tak sadar telah membunuh sebagian sahabat seperjuangan kita, aku hanya ingin semua kembali kearah yang sebenarnya untuk menuju sebuag perubahan yang kita rasakan sama-sama yaitu kesempatan didalam meraih kebebesan hidup tanpa belenggu sistem yang telah membuat kita saling membunuh, sekarang yang kurasakan adalah hidup didalam renungan tanpa hasrat mimpi lagi tak mampu berpikir jernih entah kenapa saat ini adalah saat-saat aku sedang tak bisa menikmati setiap perjuangan. Aku menjadi sendiri orang-orang telah menjauh dan mengkhianati langkah kebersamaan kini telah menjadi masa lalu yang ada sekarang adalah setiap manusia itu hanyalah sebuag musuh yang setiap saat akan terus menikam kita dari setiap sudut dan yang ada sekarang adalah tidak ada lagi sesuatu yang positif untuk diperjuangakan sebab tirani sudah sangat menggurita disetiap aspek kehidupan. Aku lelah tanpa hasrat untuk bermimpi butuh waktu untuk mengembalikan semangat yang menggelora seperti kenangan yang terbingkai kini telah rusak oleh segala bentuk pengkhiatan!!!


Terlalu Banyak yang terpendam, Artikel 62#

Banyak yang terpendam didalam dada sehingga aku tak bisa untuk mengungkapkan kata-kata dari hati ini, terlalu berat untuk mengeluarkan suara dari hati mencapai mulut untuk menimbulkan sebuah kata-kata yang bersuara, kini tak ada lagi suara yang bisa dikeluarkan dari mulutku mungkin karena banyak yang terpendam oleh intimidasi kehidupan, karena aku semakin sumpek melihat hari-hari yang semakin hari semakin menjatuhkan aspek kehidupan sosial, ketidakadilan dan perlakuan diskriminatif membuatku mengisolasi diri dari kehidupan sosial, aku merasa kecil diduniaku sendiri, aku menjadi orang yang tidak punya harapan untuk bersosialisasi untuk menumbuhkan segala harapan, hanya karena kemiskinan yang menghantam kehidupan keluargaku sehingga kehidupan sosial kami menjadi kacau, bahkan aku menjadi pelaku kriminal didalamnya mencuri apa yang seharusnya aku curi dari orang-orang yang telah mencuri hak kesejahteraan kehidupanku, tak pernah berbicara dengan orang-orang yang ada disekitarku juga dengan orang-orang terdekatku aku hanya selalu diam tak mampu lagi untuk mengutarakan segala sisi gelapnya kehidupanku, tak bisa aku utarakan juga kenapa aku menjadi terasing didalam lingkup sosial kehidupanku, yang dilakukan hanyalah diam dan menjadi pelaku kriminal untuk mempertahankan kehidupan, bahkan akupun tak bisa menjelaskan secara rinci sisi gelap apa saja yang telah aku lakukan, karena terlalu berat untuk mengeluarkannya baik dengan suara maupun tulisan maka tak ada satupun yang mendengarnya tak ada satupun yang memperhatikannya, sudah terlalu tersakiti oleh pemerintahan yang ada, dari tahun ketahun, dari satu pemimpin negara satu dan peminpin yang baru semua tetap tak ada perubahan yang pasti, karena memang orang-orang sepertiku diciptakan hanya untuk dijadikan sebagai kambing hitam, sebagai pelaku tindak pidana, karena orang-orang sepertiku hanya berakhir didalam penjara dan terbunuh tertembak timah panas aparat penegak hukum, penguasa tak pernahkah kau sensitiv dengan orang-orang seperti kami? atau engkau sengaja kami diciptakan sebagai pengganggu keamanan negeri ini? kami sudah tak mampu lagi untuk menyuarakannya kami sudah tak mampu lagi berkata-kata dengan baik, kami hanya mampu melakukan tindakan perlawanan melalui aksi anarkisme dan kriminalisme sebagai bentuk bahwa kami berteriak dan berontak dengan cara kami, tapi tetap saja orang-orang seperti kami selalu menjadi korban dan alasan negeri ini!!! hanya tindakan keras sebagai bentok berontak agar mendapatkan perhatian karena kami sudah tak mampu lagi meneriakan dan menyuarakan dengan baik sebab terlalu banyak kekcewaan yang terpendam didalam jiwa sehingga mendarah daging terhadap anak cucu kami!!!


Bongkar Kegelapan, Artikel 61 #

Kita semua menginginkan cahaya disaat kita merasa gelap atau berada didalam ruangan yang gelap, namun kita semua terkadang tidak menyadari berada dimana kita sebenarnya? sesungguhnya alam raya ini adalah sebuah malam yang gelap sebuah ruangan yang dikuasai oleh kegelapan, Namun Tuhan telah menciptkan semua makhluk dan benda untuk menghiasi alam raya ini menjadi lebih berwarna bahkan terlihat bercahaya sehingga kita terkadang lupa bahwa sebenarnya kita berada diantara kegelapan yang siap menggelapkan semua alam pikiran dan hati nurani kita didalam menguasai diri sendiri dan kehidupan lainnya. Kita semua harus membongkarnya ruangan alam raya ini yang sebenarnya ruangan tanpa cahaya kehidupan yang ada disini hanyalah aura kematian diantara kita. Kita semua harus membuat lubang diruangan ini agar ada cahaya kehidupan yang menembus menusuk keruangan yang penuh dengan gelap gulita namun itu semua tidak butuh untuk dilakukan apalagi dikerjakan dengan sendiri-sendiri yang ada hanyalah saling mementingkan diri sendiri diantara kita bahkan kita saling membunuh karena diantara kita merasa bahwa diri inilah yang paling benar diantara segalanya sehingga kita menjadi lupa apa sebenarnya yang ingin kita lakukan dan harapkan bersama, yang dikejar berubah menjadi saling ingin menguasai satu sama lain sehingga kegelapan itu semakin menggurita dan menyentuh orang-orang yang kita anggap adalah sebagai pelaku sejarah didalam perjuangan untuk membongkar kegelapan kini kegelapan tirani semakin kuat untuk kita hancurkan dan membongkarnya, bahkan diantara kita kalah oleh intimidasi maupun teror dengan bermacam bentuk ada yang menjadi penikmat namun ada juga yang menjadi yang terbunuh, ada yang menjadi penguasa ada juga yang menjadi pecundang, perjuangan hanya menjadi sejarah yang suatu saat nanti akan terlupakan oleh waktu yang terus berjalan tanpa hentinya bahkan semakin cepat waktu itu berputar dan kini kita semua hanya bisa berharap kepada waktu yang sedang berlari karena kita yakin bahwa waktu tak bisa dikalahkan oleh apapun jika tiba pada waktunya kegelapan itu akan terbongkar dan akan ada pengadil yang diciptakan oleh sang penguasa alam raya diantara kegelapan dan penerang dialah sang pencipta segalanya dialah yang akan membongkar Tirani yang gelap dialam manusia!!!


Kebingungan Artikel 60#

Aku benar -benar sedang kebingungan menentukan tempat untuk menyuarakan ataupun menuliskan apa yang ada dipikiranku, karena pikiran ini terlalu banyak bermain-main dengan banyaknya pilihan untuk mengembangkan sebuah mimpi menjadi sesuatu yang nyata dan berarti bagi kehidupanku sendiri, aku bahkan telah lelah dan menjadi depresi didalam mengakses kehidupan, aku tak pernah mengerti lagi harus berbuat dan melakukan apa untuk hidup ini, semua benar-benar terasa bingung semua yang hidup didalam jiwa ini menjadi tidak berfungsi semua terkalahkan oleh ego yang tidak ingin berbuat apa-apa lagi karena jiwa merasa sudah sangat kecewa dengan hidup, jiwa ini sudah terasa tak ada yang berarti untuk menuangkan air pemikiran kedalam gelas untuk diminum dan menghilangkan segala dahaga mimpi-mimpi yang telah hancur berkeping-keping, semua orang tak ada lagi yang menggunakan jasa dan kemampuanku semua orang sudah tidak percaya lagi dengan segala langkah dan pemikiran ini, karena aku melihat semua orang takut didalam menghadapi perubahan drastis mereka trakut kehilangan apa yang telah mereka miliki, mareka takut tak mendapatkan apa-apa nantinya, mereka takut semua orang bisa berdiri sendiri, sehingga orang-orang tersebut mengorbankan sebagian orang hanya untuk mempertahankan ketamakan yang ada sekarang ini, mareka juga takut sebagian yang dimilikinya dibagikan secara rata kepa da semua orang, lalu segala pemikiran yang mencapai perubahan sudah tidak bermanfaat lagi sekarang ini, kita semua hanya bisa menunggu waktu yang membuktikan semuanya, kebingungan yang mereka hadapi nanti tak bisa mereka lewati, karena kita sudah melewatinya dan kita siap untuk meraih perubahan yang sebenarnya, maka orang-orang itu akan berkutat dianatara kebingungan yang membuat mereka menjadi gila!!

lagi-lagi tidak diakui, artikel 59#

lagi-lagi aparat penegak hukum belum mau mengakui bahwa pengguna napza sebagai korban dari sistem peredaran gelap narkotik yang tidak terkontrol, dan lagi-lagi kita menjadi korban untuk menaikkan karir seseorang didalam memberantas narkotik yang beredar, namun mengapa sistem dibuat dengan sangat bagus tapi tetap saja pengguna napza menjadi lahan empuk untuk mendapatkan segalanya, baik itu materi dari hasil pemerasan, seksual dari hasil pelecehan, naik pangkat dari hasil kerja bohongan..., bukan mau diakui tapi perlakukan kami sebagai manusia seperti anda, kalian dan semuanya. karena kami bukan sapi perah yang seenakya anda ambil dari hasil produksi kehidupan kami. kami lelah sudah bertahun-tahun lamanya kami tidak dianggap sebagai manusia, sudah saatnya kita saling menghargai kehidupan manusia lainnya dan sudah saatnya kita tak mengusik pilihan hidup orang lain, toh kita hidup ditanah yang sama, dinegara yang sama, mengapa kalian dan semuanya membunuh kebebasan hidup kami. bagaimana kami bisa mendapatkan keadilan sedangkan paradigma yang menyudutkan kami terus disebarkan oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab, apa sebenarnya yang kalian inginkan didalam kehidupan ini? bukannya tanah ini milik kita bersama? tapi kenapa kami tak pernah mendapatkan tempat ditanah kami sendiri, apakah kalian ingin menjadi zionis? kita harus bergandengan tangan jangan pernah dilepaskan meskipun badai menerjang kekuatan kita, walaupun harus ada yang menjadi korban didalam perjuangan kita, kita harus tetap berdiri tegak untuk menuntut keadilan yang berpihak terhadap semua rakyat termarjinalkan oleh sistem yang dibuat oleh para penguasa yang lebih mementingkan kelompok dan partainya sendiri, perlu diingat kita hidup didalam negara yang bermacam-macam suku, budaya dan agama, tapi tetap saja ketimpangan terus terjadi dimana-mana, lagi-lagi kita tidak pernah diakui sebagai warga negara, sebab kita tak pernah mendapatkan apa yang seharusnya menjadi hak kita sebagai manusia. Penguasa berilah kami kehidupan diatas negeri kami sendiri jangan biarkan kami terbunuh oleh penguasa yang tirani!!!

Dunia Yang Sempurna Artikel 58#

Tuhan dari Jiwa-jiwa yang tersesat, kau yang hilang diantara berhala-berhala, dengarlah aku. Nasib lemah lembut yang mengamat-mati kita, roh-roh gila yang gentayangan, dengarlah aku. Aku tinggal ditengah-tengah bangsa yang penuh dengan tirani, sehingga akupun menjadi manusia diantara banyak manusia lainnya menjadi timpang dan kekurangan dari ketidakadilan sistem bangsa ini. Aku kekacau-balauan bersama manusia lainnya yang menjadi terisolasi bahkan anrkis, sekumpulan cuaca yang kebingungan. Aku bergerak sendiri diantara dunia-dunia yang selesai dari kesejahteraan rakyat. Manusia-manusia penguasa dengan Hukum-hukum yang lengkap dan tatanan kebijakan yang tersistematis untuk membunuh manusia-manusia yang telah dibodohkan dibuminya sendiri.
Kebajikan mereka akan terukur oleh dosa-dosa mereka yang tertimbang, bahkan hal-hal yang tak bisa dihitung yang berlalu dalam suatu keadaan hampir gelap temaram yang suram, seperti dosa atau kebijakan penguasa negeri yang telah membunuh rakyatnya sendiri akan dicatat dan didaftar oleh suara Tuhan melalui gelombang gerakan rakyat untuk melawannya. Untuk menutupi Tiraninya penguasa negeri itu akan pergi jauh kedalam samudera yang paling dalam. Eksistensi gerakan rakyat yang tersisihkan disimbolkan dengan gelombang gerakan untuk melawan penguasa negeri yang tirani itu. Namun didalam perjalanan perjuangan kita akan banyak diantara kita yang mengkhianati, gugur ditengah-tengah perjuangan didalam mempertahankan ideologis untuk mencapai keadilan sosial.
Kaum intelektual yang gersang yang dikuasai pandangan satu dimenensi tentang realitas dan orang-orang itulah yang kan menjadi manusia oportunis lalu mengkhianati pergerakan rakyat yang termarjinalkan. Orang-orang oportunis yang berada dibarisan gerakan kita yang sebenarnya untuk melawan penguasa Tirani, kita tidak tahu karena mereka bertutupkan topeng dan busana yang sama dengan kita, maka peregrakan kita terkadang terjebak didalam satu eksistensi yang tidak berarti dan akhirnya kita semua asyik kepada diri sendiri dan duniawi materialis ilmiah itu, lalu kita semua menjadi lupa dengan sahabat kita yang gugur dimedan gerakan perlawanan, dengan rakyat yang berharap perubahan, maka hati nurani kita didunia ini akan dihantui oleh ideologis perlawanan yang pernah dilakukan bersama, dan musuh yang paling dekat adalah melawan para pengkhianat-pengkhianat itu. Dan bahkan membelakangi pesimis gelombang gerakan karenanya kita merasa tidak dapat menggapai menjadi negeri yang sempurna adil sejahtera untuk semuanya dan orang-orang kita menjadi orang-orang yang meyibukan diri sendiri didalam cengkeraman penguasa Tirani yang baru. Apa kau tidak tahu bahwa tidak ada jarak kecuali jarak yang tidak direntang oleh jiwa dalam angan-angan? Dan ketika jiwa mau merentangnya, jarak itu menjadi satu ritme dalam jiwa. Kemungkinan bahwa angan-angan atau impian manusia, yakni kemampuan manusia untuk menerima karakter pengalaman yang universal atau ideal, sebagai ganti memisahkan manusia dari manusia, bisa menciptakan satu komuni atau suasana berbagi dalam hakikat spiritula manusia yang hidup. Dalam kemungkinan inilah terletak satu-satunya harapan manusia untuk menyelesaikan konflik yang berulang-ulang dan tak berguna dalam dirinya sendiri dan dengan sendirinya dalam pengalaman gerakan secara kolektif disebut peradaban.
Kesadaran akan hubungan yang ada, akan kemungkinan bahwa hubungan ini diubah, dan akhirnya kesadaran akan perilaku dan motivasi yang diperlukan untuk mengubahnya.!!!

Terjebak oleh sistem, Artikel 57#

Hidup memang gila, ketika kita semua berteriak-teriak keadilan atas nama kemanusiaan namun orang-orang kita sendiri mulai menikmati-nikmatnya yang diberikan oleh sistem, disatu sisi manusia lainnya yang berharap terhadap para pejuang keadilan tidak merasakan dampak keadilan itu sendiri, saya, aku, kamu dan kita yang berharap semua kembali menjadi terbunuh oleh perjuangan kita sendiri, dimanakah kalian disaat kami sakit?disaat teman mati? disaat orang-orang disekitar kita kelaparan? namun engkau kini telah menikmati rasa kue yang diberikan oleh sistem, aku tak menyalahkan kalian, namun kalian tak menyadari bahwa kalian telah terjebak oleh sistem musuh kita sehingga kalianpun menikam kami orang-orang seperjuangan kalian, sebelum kalian berada disana kita pernah bersama merasakan ketidakadilan tersebut, kalian seperti narkoba yang lupa terhadap bangsanya sendiri, membunuh orang-orang dengan obat sehingga over dosis, merajarela kesemua lini kehidupan, merusak kedamaian, karena kalian telah terjebak oleh sistemnya, sadar tidak sadar kalian tak pernah lagi rasanya berada dibawah yang terus diinjak-injak oleh ketidakadilan, kalian ini ingin kemana? dimana semangat idealismu kawan? apakah sudah dibayar dengan kenikmatan-kenikmatan duniamu?dimanakah semangat oposisimu? apakah kalian masih ingin terus menikmati untuk dirimu sendiri? tak ingatkah kawan, kehidupan itu bukan hanya untuk dirimu sendiri ataupun satu kelompok tertentu tapi kita semua ingin hidup, sehingga tak lagi melihat teman kita yang kelaparan, tak mendapat pendidikan, tak mendapatkan perlindungan hukum, tak ada lagi yang terbunuh oleh sistem yang berpihak terhadap satu pihak, tak ingatkah kawan keadilan dan kesejahteraan itu untuk semua, tak perlu lagi mengorbankan kelompok-kelompok lain sehingga kalian saja yang menguasai dunia, kalian seperti mafia narkoba, senjata dan perdagangan manusia. Kita ingin semua ingin hidup sama rata tanpa ada yang timpang, ternyata kalian lebih bodoh dari kami yang telah kalian bodohi, apakah ini semua sengaja kalian lakukan? dengan atas nama kemanusiaan yang kalian teriak-teriakan untuk mencapai sebuah kekuasaan hidup?engkau akan mati didunia ini, sama seperti sahabat kami yang gugur dimedan perjuangan. Hanya akan menjadi sejarah kehidupan bahwa tirani itu masih ada diantara orang-rang kita sendiri, karena mereka terjebak oleh nikmatnya sistem!!!

Aku Dan Kebohongan, Artikel 56#

Aku hidup dalam kebohongan
Karena tak ada lagi kejujuran
Dengan kebohongan aku bisa memasuki setiap dunia yang kumau
Demi sesuatu yang kuinginkan aku harus berbohong dengan versi jujur

Kebohongan sudah menjadi bagian dalam diri
Membingkai kebohongan dengan dengan nilai
karena ku tau setiap orang akan terbuai dengan Kebohongan
Setiap kalimat yang diucapkan 99% adalah kebohongan

Karena bila kejujuran yang terhampar
Maka saat ini semua orang hidup dalam mimpi
Kejujuran hanya Mimpi.............
Kejujuran berhenti di ujung lidah

Dengan kebohongan kugapai kebahagiaan
Pada kebohongan Ini ,Titik tertinggi kugapai
Dan Kebohongan melesat meninggalkan kejujuran
karena demi hidup aku selalu melakukan kebohongan...
tidak adakah keadilan kesejahteraan sehingga aku tidak lagi berbohongan terhadap semua orang
aku berbohong karena hak dasarku tak terpenuhi pangan, sandang dan papan sehingga aku melakukan kebohongan hanya untuk bertahan hidup bukan untuk menikmati kesenangan seperti para koruptur, karena memang aku belajar dari mereka didalam melakukan kebohongan
tapi kebohonganku bagaikan robin hood dan aku membagikan hasil kebohongan terhadap semua orang yang kekurangan seperti aku...
itulah aku antara bertahan hidup didalam kebohongan...

Semakin kau genggam Semakin Aku Hilang, Artikel 55#

Ibarat pasir semakin kau genggam semakin sedikit yang kau dapatkan begitulah kata pepatah yang pernah aku dengar, kebebasan berekspresiku mulai hilang dia terlalu memprotek kehidupanku dengan semua aturan-aturan yang dinegeri ini, semakin kau kekang semakin aku menjadi liar dan anarkis, aku hanyalah manusia yang memproklamirkan diri dengan kebebasan. Biarkan aku menjalani hidup dengan aturan mainku dan tentunya hanya untuk diriku saja bukan untuk kamu, kalian dan semuanya, sebab aku adalah air yang terus mengalir mencapai kesamudera yang paling luas dan dalam. Tak ada lagi satupun aturan yang harus mengekang kehidupanku, meskipun jiwa ini terkurung oleh jeruji aturan-aturan yang ada, tapi aku tetap tak bisa diatur, karena kepala yang berisikan pemahaman ideologis dari jiwa-jiwa yang menurtku adalah kebenaran tak ada satupun yang bisa membinasakannya, sebab seseorang yang hidup didalam prinsipnya tak pernah mengharapkan apa-apa, tak mengharapkan tanda jasa, tak perlu dikenang, yang aku harapkan hanyalah sebuah keadilan kesejahteraan untuk semuanya. Walaupun terlupakan asalkan jiwa ini menjadi damai dan perubahan itu terjadi didalam bumi yang penuh dengan tirani ini, karena budaya mengatur sudah berabad-abad lamanya terjadi dinegeri ini, salah satunya adalah budaya patriarki sehingga merambat seperti jamur kesemua ranah kehidupan manusia diadalam bernegara. Semakin kau buru aku semakin aku memberontak sistemmu Tuan dan Nyonya...

Ada yang Hilang Dalam Hidupku, Artikel 54#

Ada yang hilang dalam hidupku, ketika hidup tanpa menggunakan obat-obatan yang bersifat adiktif, semuanya terasa tak bergairah menjalaninya, maka aku hidup didalam kecanduan obat tanpanya aku tak bisa berbuat apa-apa, tak bisa menatapi kehidupan yang indah, tak bisa melangkah menuju masa depan yang cerah, mengapa drugs membuatku seperti itu, sebab aku tak bisa hidup tanpamu, maka aku tak bisa meninggalkan kamu sepanjang hidupku, meskipun jiwa dan raga sudah lelah dengan segala ulah dan perbuatanmu terhadap aku tapi tetap saja kau membuatku berada didalam kedamaian alam mimpi semu, maka dari itu aku harus setiap hari bersamamu, berilah aku ruang agar aku terlepas dari belenggu kedamaian semu mu, maka aku akan menghargai pengalaman kita bersama disaat senang maupun susah, disaat didlam penjara maupun tempat rehabilitasi, namun disaat aku dirumah sakit dan mati kau tak pernah lagi mengikuti aku, apakah sebatas itu kau bersamaku?? seharusnya disaat aku mati karenamu, kaupun harus mati dari bumi ini agar tidak lagi manusia yang dikejar-kejar oleh kenikmatan mimpimu, maka aku mohon kepadamu mulai saat ini, menjauhlah dari hidupku karena aku telah mati, karena ada yang hilang dalam hidupku didalam semua masa depanku didalam perjalanan spiritualku, maka aku akan berhadapan dengan neraka yang baru yaitu dialam kematian stelah aku menikmati surga dan neraka didunia ini, tapi aku akan mendapatkan nerakanya lagi dialam lain yang tak pernah kau tahu, yang tak pernah bisa kau lihat dan yang bisa kau ikuti kehidupanku dialam lain, maka pergilah dari bumi cukup sudah aku yang merasakannya hidup bersamamu, meskipun ada yang hilang didalam semua kehidupanku!!!