twitter
    Find out what I'm doing, Follow Me :)
Kalau "air mata" diserahkan kepada rakyat...
Tapi... kalau "mata air" diambil oleh penguasa...
Kapan "air mata" itu hilang dari mata rakyat?
ataukah abadi selamanya karena kerakusan penguasa?

Boneka Kehidupan, Artikel 65#

Menjadi seorang pemimpin tidak ada artinya jika semua kehidupanku diatur oleh Tirani yang mengatasnamakan rakyat, lebih aku mengundurkan diri menjadi seorang pemimpin, aku hanya perlu memimpin diriku sendiri lalu mulai mengorganisir kekuatan para pemimpin itu sendiri karena aku yakin semua orang adalah pemimpin atas kehidupannya sendiri bukannya pemimpin yang diatur-atur oleh tirani yang selalu mengatasnamakan rakyat, aku tak bisa menjadi boneka untukmu kawan kini aku bisa melihat siapakah dirimu sebenarnya, engkau bahkan tak layak berada ditengah-tengah kami apa lagi engkau harus menggantikan posisi sebagai pemimpin. Tak ada lagi yang perlu dipimpin biarkan semuanya bebas menetukan arah kehidupannya termasuk aku, kamu dan kalian bebaskanlah dirimu dari segala belenggu yang mengatur ruang gerak kehidupan. Tak ada yang dibanggakan sebagai penguasa kini aku tahu bahwa kekuasaan adalah sebuah alat untuk menguasai kehidupan seseorang, Pernahkah kau berpikir untuk tidak lagi mengatur semua aspek kehidupanku? pernahkah kau tak lagi mengikuti segala kehidupan yang aku miliki yang seharusnya kau tak punya hak mengutak-atik kehidupan seseorang? engkau selalu berlindung atas nama rakyat, namun engkau mengkhianati sang pemimpinmu sendiri? tak pantaskah kau berada ditengah-tengah kami lagi? aku terkadang lelah melakukan sumpah serapah terhadapmu karena engkau sangat pandai berlindung atas nama rakyat, kini aku tahu tidak alasan lagi untukmu, tidak ada toleransi lagi atas otoritas kehidupanku sendiri, akulah yang menentukan arah kehidupan ini, akulah yang memimpin dengan jiwaku dengan hati nuraniku. meskipun engkau orang terdekatku namun aku tetap harus menyingkirkanmu dari negeri ini, sebab engkau selalu menjadi benalu didalam perkembangan kepemimpinan kehidupanku dan rakyatku, karena aku bukan bonekamu, karena aku adalah diriku yang pantas memimpin kehidupanku


Semalam suntuk, Artikel 64#

Semalam suntuk aku membebaskan diri dari segala bentuk yang membuat aku lelah karena terus berpikir mengenai kehidupan, aku hanya melakukan sendiri sambil menenggak bir didalam ruangan yang sangat gelap dikamar ini, sudah terpenuhi oleh asap-asap rokok khayalan yang membawaku terbang keatas langit-langit rumahku, aku sedang muak dengan kehidupan yang tiada hentinya menghantuiku dengan ketakutan akan masa depan, kini aku melihat sesuatu yang suram didalam depresi kehidupanku, kepalaku rasa mau pecah terpikirkan akankah aku bertahan dikerasnya kehidupan, seminggu bertahan, sebulan bertahan dan setahun bertahun entah minggu-minggu berikutnya, bulan-bulan berikutnya dan tahun-tahun berikutnya apakah aku bisa bertahan didalam kehidupan ini. Entahlah aku sedang lelah memikirkan semuanya kini aku hanya ingin damai dan membebaskan diri dari segala belenggu yang mengekang aku didalam melangkah, tapi untuk detik, menit dan jam ini aku hanya ingin ada dengan jiwaku tanpa pikiran, aku hanya ingin kosong dan terdiam didalam mimpi-mimpi indah yang terlintas disetiap khyalanku melalui putihnya awan-awan yang melintasi pikiranku, karena ketika aku kembali ke alam nyata, kenyataan terlalu kejam untuk aku lalui untuk aku hadapi, sebab aku merasa sudah tak mampu lagi menikmati kehidupan ini, semuanya terlihat tak pasti yang terlihat hanyalah kehancuran hidup yang selalu ada didepan mataku dan terlintas setiap saat dipikiranku tanpa ampun, dan aku hanya ingin menikmati malam suntuk ini tanpa memikirkan jiwa yang nyata ini!!!


Kehilangan Hasrat hidup, Artikel 63#

Aku saat ini merasa kehilangan hasrat untuk kembali meraih semua mimpi yang selama ini terus menjadi orang yang selalu terkalahkan didunianya sehingga aku merasa lelah untuk memulainya kembali, aku merasa tak berdaya dan tak tahu lagi harus memulainya dari mana, sebab banyak orang yang ingin membunuh idealis kami, kini aku hanya terdiam dan tak mempunyai hasrat untuk mengejarnya dengan penuh harapan, karena sendi-sendi semangat telah diluluh lantakkan bahkan oleh orang-orang yang aku cintainya. Mungkin saja dia merasa hidup denganku tak pernah meraih mimpi-mimpinya untuk meraih materialis yang dia harapakan sehingga idealis pun dipertaruhkan hanya untuk meraih kesemuan hidup. itulah yang terjadi sehingga aku menjadi tak berhasrat untuk mencumbui fakta-fakta kehidupan ini, aku kini hanya bisa mensumpah serapahi semua kehidupan yang terjadi kepadaku karena aku merasa semua yang kujalani tak kudapatkan kebahagiaan dan mimpi yang anda, tak mungkin lagi aku pertahankan ini semua bila selalu berkelahi dengan orang-orang yang hanya ingin memanfaatkan kehidupanku untuk meraih mimpinya sebab aku bukanlah boneka yang harus mengikuti setiap yang kau mau padahal aku tahu engkau hanya menjadikanku sebagai alat untuk engkau melangkah dan membuat tirani terhadap orang-orang bodoh yang terus kau bodoh-bodohi bahkan engkau tak sadar telah membunuh sebagian sahabat seperjuangan kita, aku hanya ingin semua kembali kearah yang sebenarnya untuk menuju sebuag perubahan yang kita rasakan sama-sama yaitu kesempatan didalam meraih kebebesan hidup tanpa belenggu sistem yang telah membuat kita saling membunuh, sekarang yang kurasakan adalah hidup didalam renungan tanpa hasrat mimpi lagi tak mampu berpikir jernih entah kenapa saat ini adalah saat-saat aku sedang tak bisa menikmati setiap perjuangan. Aku menjadi sendiri orang-orang telah menjauh dan mengkhianati langkah kebersamaan kini telah menjadi masa lalu yang ada sekarang adalah setiap manusia itu hanyalah sebuag musuh yang setiap saat akan terus menikam kita dari setiap sudut dan yang ada sekarang adalah tidak ada lagi sesuatu yang positif untuk diperjuangakan sebab tirani sudah sangat menggurita disetiap aspek kehidupan. Aku lelah tanpa hasrat untuk bermimpi butuh waktu untuk mengembalikan semangat yang menggelora seperti kenangan yang terbingkai kini telah rusak oleh segala bentuk pengkhiatan!!!


Terlalu Banyak yang terpendam, Artikel 62#

Banyak yang terpendam didalam dada sehingga aku tak bisa untuk mengungkapkan kata-kata dari hati ini, terlalu berat untuk mengeluarkan suara dari hati mencapai mulut untuk menimbulkan sebuah kata-kata yang bersuara, kini tak ada lagi suara yang bisa dikeluarkan dari mulutku mungkin karena banyak yang terpendam oleh intimidasi kehidupan, karena aku semakin sumpek melihat hari-hari yang semakin hari semakin menjatuhkan aspek kehidupan sosial, ketidakadilan dan perlakuan diskriminatif membuatku mengisolasi diri dari kehidupan sosial, aku merasa kecil diduniaku sendiri, aku menjadi orang yang tidak punya harapan untuk bersosialisasi untuk menumbuhkan segala harapan, hanya karena kemiskinan yang menghantam kehidupan keluargaku sehingga kehidupan sosial kami menjadi kacau, bahkan aku menjadi pelaku kriminal didalamnya mencuri apa yang seharusnya aku curi dari orang-orang yang telah mencuri hak kesejahteraan kehidupanku, tak pernah berbicara dengan orang-orang yang ada disekitarku juga dengan orang-orang terdekatku aku hanya selalu diam tak mampu lagi untuk mengutarakan segala sisi gelapnya kehidupanku, tak bisa aku utarakan juga kenapa aku menjadi terasing didalam lingkup sosial kehidupanku, yang dilakukan hanyalah diam dan menjadi pelaku kriminal untuk mempertahankan kehidupan, bahkan akupun tak bisa menjelaskan secara rinci sisi gelap apa saja yang telah aku lakukan, karena terlalu berat untuk mengeluarkannya baik dengan suara maupun tulisan maka tak ada satupun yang mendengarnya tak ada satupun yang memperhatikannya, sudah terlalu tersakiti oleh pemerintahan yang ada, dari tahun ketahun, dari satu pemimpin negara satu dan peminpin yang baru semua tetap tak ada perubahan yang pasti, karena memang orang-orang sepertiku diciptakan hanya untuk dijadikan sebagai kambing hitam, sebagai pelaku tindak pidana, karena orang-orang sepertiku hanya berakhir didalam penjara dan terbunuh tertembak timah panas aparat penegak hukum, penguasa tak pernahkah kau sensitiv dengan orang-orang seperti kami? atau engkau sengaja kami diciptakan sebagai pengganggu keamanan negeri ini? kami sudah tak mampu lagi untuk menyuarakannya kami sudah tak mampu lagi berkata-kata dengan baik, kami hanya mampu melakukan tindakan perlawanan melalui aksi anarkisme dan kriminalisme sebagai bentuk bahwa kami berteriak dan berontak dengan cara kami, tapi tetap saja orang-orang seperti kami selalu menjadi korban dan alasan negeri ini!!! hanya tindakan keras sebagai bentok berontak agar mendapatkan perhatian karena kami sudah tak mampu lagi meneriakan dan menyuarakan dengan baik sebab terlalu banyak kekcewaan yang terpendam didalam jiwa sehingga mendarah daging terhadap anak cucu kami!!!


Bongkar Kegelapan, Artikel 61 #

Kita semua menginginkan cahaya disaat kita merasa gelap atau berada didalam ruangan yang gelap, namun kita semua terkadang tidak menyadari berada dimana kita sebenarnya? sesungguhnya alam raya ini adalah sebuah malam yang gelap sebuah ruangan yang dikuasai oleh kegelapan, Namun Tuhan telah menciptkan semua makhluk dan benda untuk menghiasi alam raya ini menjadi lebih berwarna bahkan terlihat bercahaya sehingga kita terkadang lupa bahwa sebenarnya kita berada diantara kegelapan yang siap menggelapkan semua alam pikiran dan hati nurani kita didalam menguasai diri sendiri dan kehidupan lainnya. Kita semua harus membongkarnya ruangan alam raya ini yang sebenarnya ruangan tanpa cahaya kehidupan yang ada disini hanyalah aura kematian diantara kita. Kita semua harus membuat lubang diruangan ini agar ada cahaya kehidupan yang menembus menusuk keruangan yang penuh dengan gelap gulita namun itu semua tidak butuh untuk dilakukan apalagi dikerjakan dengan sendiri-sendiri yang ada hanyalah saling mementingkan diri sendiri diantara kita bahkan kita saling membunuh karena diantara kita merasa bahwa diri inilah yang paling benar diantara segalanya sehingga kita menjadi lupa apa sebenarnya yang ingin kita lakukan dan harapkan bersama, yang dikejar berubah menjadi saling ingin menguasai satu sama lain sehingga kegelapan itu semakin menggurita dan menyentuh orang-orang yang kita anggap adalah sebagai pelaku sejarah didalam perjuangan untuk membongkar kegelapan kini kegelapan tirani semakin kuat untuk kita hancurkan dan membongkarnya, bahkan diantara kita kalah oleh intimidasi maupun teror dengan bermacam bentuk ada yang menjadi penikmat namun ada juga yang menjadi yang terbunuh, ada yang menjadi penguasa ada juga yang menjadi pecundang, perjuangan hanya menjadi sejarah yang suatu saat nanti akan terlupakan oleh waktu yang terus berjalan tanpa hentinya bahkan semakin cepat waktu itu berputar dan kini kita semua hanya bisa berharap kepada waktu yang sedang berlari karena kita yakin bahwa waktu tak bisa dikalahkan oleh apapun jika tiba pada waktunya kegelapan itu akan terbongkar dan akan ada pengadil yang diciptakan oleh sang penguasa alam raya diantara kegelapan dan penerang dialah sang pencipta segalanya dialah yang akan membongkar Tirani yang gelap dialam manusia!!!


Kebingungan Artikel 60#

Aku benar -benar sedang kebingungan menentukan tempat untuk menyuarakan ataupun menuliskan apa yang ada dipikiranku, karena pikiran ini terlalu banyak bermain-main dengan banyaknya pilihan untuk mengembangkan sebuah mimpi menjadi sesuatu yang nyata dan berarti bagi kehidupanku sendiri, aku bahkan telah lelah dan menjadi depresi didalam mengakses kehidupan, aku tak pernah mengerti lagi harus berbuat dan melakukan apa untuk hidup ini, semua benar-benar terasa bingung semua yang hidup didalam jiwa ini menjadi tidak berfungsi semua terkalahkan oleh ego yang tidak ingin berbuat apa-apa lagi karena jiwa merasa sudah sangat kecewa dengan hidup, jiwa ini sudah terasa tak ada yang berarti untuk menuangkan air pemikiran kedalam gelas untuk diminum dan menghilangkan segala dahaga mimpi-mimpi yang telah hancur berkeping-keping, semua orang tak ada lagi yang menggunakan jasa dan kemampuanku semua orang sudah tidak percaya lagi dengan segala langkah dan pemikiran ini, karena aku melihat semua orang takut didalam menghadapi perubahan drastis mereka trakut kehilangan apa yang telah mereka miliki, mareka takut tak mendapatkan apa-apa nantinya, mereka takut semua orang bisa berdiri sendiri, sehingga orang-orang tersebut mengorbankan sebagian orang hanya untuk mempertahankan ketamakan yang ada sekarang ini, mareka juga takut sebagian yang dimilikinya dibagikan secara rata kepa da semua orang, lalu segala pemikiran yang mencapai perubahan sudah tidak bermanfaat lagi sekarang ini, kita semua hanya bisa menunggu waktu yang membuktikan semuanya, kebingungan yang mereka hadapi nanti tak bisa mereka lewati, karena kita sudah melewatinya dan kita siap untuk meraih perubahan yang sebenarnya, maka orang-orang itu akan berkutat dianatara kebingungan yang membuat mereka menjadi gila!!

lagi-lagi tidak diakui, artikel 59#

lagi-lagi aparat penegak hukum belum mau mengakui bahwa pengguna napza sebagai korban dari sistem peredaran gelap narkotik yang tidak terkontrol, dan lagi-lagi kita menjadi korban untuk menaikkan karir seseorang didalam memberantas narkotik yang beredar, namun mengapa sistem dibuat dengan sangat bagus tapi tetap saja pengguna napza menjadi lahan empuk untuk mendapatkan segalanya, baik itu materi dari hasil pemerasan, seksual dari hasil pelecehan, naik pangkat dari hasil kerja bohongan..., bukan mau diakui tapi perlakukan kami sebagai manusia seperti anda, kalian dan semuanya. karena kami bukan sapi perah yang seenakya anda ambil dari hasil produksi kehidupan kami. kami lelah sudah bertahun-tahun lamanya kami tidak dianggap sebagai manusia, sudah saatnya kita saling menghargai kehidupan manusia lainnya dan sudah saatnya kita tak mengusik pilihan hidup orang lain, toh kita hidup ditanah yang sama, dinegara yang sama, mengapa kalian dan semuanya membunuh kebebasan hidup kami. bagaimana kami bisa mendapatkan keadilan sedangkan paradigma yang menyudutkan kami terus disebarkan oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab, apa sebenarnya yang kalian inginkan didalam kehidupan ini? bukannya tanah ini milik kita bersama? tapi kenapa kami tak pernah mendapatkan tempat ditanah kami sendiri, apakah kalian ingin menjadi zionis? kita harus bergandengan tangan jangan pernah dilepaskan meskipun badai menerjang kekuatan kita, walaupun harus ada yang menjadi korban didalam perjuangan kita, kita harus tetap berdiri tegak untuk menuntut keadilan yang berpihak terhadap semua rakyat termarjinalkan oleh sistem yang dibuat oleh para penguasa yang lebih mementingkan kelompok dan partainya sendiri, perlu diingat kita hidup didalam negara yang bermacam-macam suku, budaya dan agama, tapi tetap saja ketimpangan terus terjadi dimana-mana, lagi-lagi kita tidak pernah diakui sebagai warga negara, sebab kita tak pernah mendapatkan apa yang seharusnya menjadi hak kita sebagai manusia. Penguasa berilah kami kehidupan diatas negeri kami sendiri jangan biarkan kami terbunuh oleh penguasa yang tirani!!!

Dunia Yang Sempurna Artikel 58#

Tuhan dari Jiwa-jiwa yang tersesat, kau yang hilang diantara berhala-berhala, dengarlah aku. Nasib lemah lembut yang mengamat-mati kita, roh-roh gila yang gentayangan, dengarlah aku. Aku tinggal ditengah-tengah bangsa yang penuh dengan tirani, sehingga akupun menjadi manusia diantara banyak manusia lainnya menjadi timpang dan kekurangan dari ketidakadilan sistem bangsa ini. Aku kekacau-balauan bersama manusia lainnya yang menjadi terisolasi bahkan anrkis, sekumpulan cuaca yang kebingungan. Aku bergerak sendiri diantara dunia-dunia yang selesai dari kesejahteraan rakyat. Manusia-manusia penguasa dengan Hukum-hukum yang lengkap dan tatanan kebijakan yang tersistematis untuk membunuh manusia-manusia yang telah dibodohkan dibuminya sendiri.
Kebajikan mereka akan terukur oleh dosa-dosa mereka yang tertimbang, bahkan hal-hal yang tak bisa dihitung yang berlalu dalam suatu keadaan hampir gelap temaram yang suram, seperti dosa atau kebijakan penguasa negeri yang telah membunuh rakyatnya sendiri akan dicatat dan didaftar oleh suara Tuhan melalui gelombang gerakan rakyat untuk melawannya. Untuk menutupi Tiraninya penguasa negeri itu akan pergi jauh kedalam samudera yang paling dalam. Eksistensi gerakan rakyat yang tersisihkan disimbolkan dengan gelombang gerakan untuk melawan penguasa negeri yang tirani itu. Namun didalam perjalanan perjuangan kita akan banyak diantara kita yang mengkhianati, gugur ditengah-tengah perjuangan didalam mempertahankan ideologis untuk mencapai keadilan sosial.
Kaum intelektual yang gersang yang dikuasai pandangan satu dimenensi tentang realitas dan orang-orang itulah yang kan menjadi manusia oportunis lalu mengkhianati pergerakan rakyat yang termarjinalkan. Orang-orang oportunis yang berada dibarisan gerakan kita yang sebenarnya untuk melawan penguasa Tirani, kita tidak tahu karena mereka bertutupkan topeng dan busana yang sama dengan kita, maka peregrakan kita terkadang terjebak didalam satu eksistensi yang tidak berarti dan akhirnya kita semua asyik kepada diri sendiri dan duniawi materialis ilmiah itu, lalu kita semua menjadi lupa dengan sahabat kita yang gugur dimedan gerakan perlawanan, dengan rakyat yang berharap perubahan, maka hati nurani kita didunia ini akan dihantui oleh ideologis perlawanan yang pernah dilakukan bersama, dan musuh yang paling dekat adalah melawan para pengkhianat-pengkhianat itu. Dan bahkan membelakangi pesimis gelombang gerakan karenanya kita merasa tidak dapat menggapai menjadi negeri yang sempurna adil sejahtera untuk semuanya dan orang-orang kita menjadi orang-orang yang meyibukan diri sendiri didalam cengkeraman penguasa Tirani yang baru. Apa kau tidak tahu bahwa tidak ada jarak kecuali jarak yang tidak direntang oleh jiwa dalam angan-angan? Dan ketika jiwa mau merentangnya, jarak itu menjadi satu ritme dalam jiwa. Kemungkinan bahwa angan-angan atau impian manusia, yakni kemampuan manusia untuk menerima karakter pengalaman yang universal atau ideal, sebagai ganti memisahkan manusia dari manusia, bisa menciptakan satu komuni atau suasana berbagi dalam hakikat spiritula manusia yang hidup. Dalam kemungkinan inilah terletak satu-satunya harapan manusia untuk menyelesaikan konflik yang berulang-ulang dan tak berguna dalam dirinya sendiri dan dengan sendirinya dalam pengalaman gerakan secara kolektif disebut peradaban.
Kesadaran akan hubungan yang ada, akan kemungkinan bahwa hubungan ini diubah, dan akhirnya kesadaran akan perilaku dan motivasi yang diperlukan untuk mengubahnya.!!!