twitter
    Find out what I'm doing, Follow Me :)
Kalau "air mata" diserahkan kepada rakyat...
Tapi... kalau "mata air" diambil oleh penguasa...
Kapan "air mata" itu hilang dari mata rakyat?
ataukah abadi selamanya karena kerakusan penguasa?

Terjebak oleh sistem, Artikel 57#

Hidup memang gila, ketika kita semua berteriak-teriak keadilan atas nama kemanusiaan namun orang-orang kita sendiri mulai menikmati-nikmatnya yang diberikan oleh sistem, disatu sisi manusia lainnya yang berharap terhadap para pejuang keadilan tidak merasakan dampak keadilan itu sendiri, saya, aku, kamu dan kita yang berharap semua kembali menjadi terbunuh oleh perjuangan kita sendiri, dimanakah kalian disaat kami sakit?disaat teman mati? disaat orang-orang disekitar kita kelaparan? namun engkau kini telah menikmati rasa kue yang diberikan oleh sistem, aku tak menyalahkan kalian, namun kalian tak menyadari bahwa kalian telah terjebak oleh sistem musuh kita sehingga kalianpun menikam kami orang-orang seperjuangan kalian, sebelum kalian berada disana kita pernah bersama merasakan ketidakadilan tersebut, kalian seperti narkoba yang lupa terhadap bangsanya sendiri, membunuh orang-orang dengan obat sehingga over dosis, merajarela kesemua lini kehidupan, merusak kedamaian, karena kalian telah terjebak oleh sistemnya, sadar tidak sadar kalian tak pernah lagi rasanya berada dibawah yang terus diinjak-injak oleh ketidakadilan, kalian ini ingin kemana? dimana semangat idealismu kawan? apakah sudah dibayar dengan kenikmatan-kenikmatan duniamu?dimanakah semangat oposisimu? apakah kalian masih ingin terus menikmati untuk dirimu sendiri? tak ingatkah kawan, kehidupan itu bukan hanya untuk dirimu sendiri ataupun satu kelompok tertentu tapi kita semua ingin hidup, sehingga tak lagi melihat teman kita yang kelaparan, tak mendapat pendidikan, tak mendapatkan perlindungan hukum, tak ada lagi yang terbunuh oleh sistem yang berpihak terhadap satu pihak, tak ingatkah kawan keadilan dan kesejahteraan itu untuk semua, tak perlu lagi mengorbankan kelompok-kelompok lain sehingga kalian saja yang menguasai dunia, kalian seperti mafia narkoba, senjata dan perdagangan manusia. Kita ingin semua ingin hidup sama rata tanpa ada yang timpang, ternyata kalian lebih bodoh dari kami yang telah kalian bodohi, apakah ini semua sengaja kalian lakukan? dengan atas nama kemanusiaan yang kalian teriak-teriakan untuk mencapai sebuah kekuasaan hidup?engkau akan mati didunia ini, sama seperti sahabat kami yang gugur dimedan perjuangan. Hanya akan menjadi sejarah kehidupan bahwa tirani itu masih ada diantara orang-rang kita sendiri, karena mereka terjebak oleh nikmatnya sistem!!!

Aku Dan Kebohongan, Artikel 56#

Aku hidup dalam kebohongan
Karena tak ada lagi kejujuran
Dengan kebohongan aku bisa memasuki setiap dunia yang kumau
Demi sesuatu yang kuinginkan aku harus berbohong dengan versi jujur

Kebohongan sudah menjadi bagian dalam diri
Membingkai kebohongan dengan dengan nilai
karena ku tau setiap orang akan terbuai dengan Kebohongan
Setiap kalimat yang diucapkan 99% adalah kebohongan

Karena bila kejujuran yang terhampar
Maka saat ini semua orang hidup dalam mimpi
Kejujuran hanya Mimpi.............
Kejujuran berhenti di ujung lidah

Dengan kebohongan kugapai kebahagiaan
Pada kebohongan Ini ,Titik tertinggi kugapai
Dan Kebohongan melesat meninggalkan kejujuran
karena demi hidup aku selalu melakukan kebohongan...
tidak adakah keadilan kesejahteraan sehingga aku tidak lagi berbohongan terhadap semua orang
aku berbohong karena hak dasarku tak terpenuhi pangan, sandang dan papan sehingga aku melakukan kebohongan hanya untuk bertahan hidup bukan untuk menikmati kesenangan seperti para koruptur, karena memang aku belajar dari mereka didalam melakukan kebohongan
tapi kebohonganku bagaikan robin hood dan aku membagikan hasil kebohongan terhadap semua orang yang kekurangan seperti aku...
itulah aku antara bertahan hidup didalam kebohongan...

Semakin kau genggam Semakin Aku Hilang, Artikel 55#

Ibarat pasir semakin kau genggam semakin sedikit yang kau dapatkan begitulah kata pepatah yang pernah aku dengar, kebebasan berekspresiku mulai hilang dia terlalu memprotek kehidupanku dengan semua aturan-aturan yang dinegeri ini, semakin kau kekang semakin aku menjadi liar dan anarkis, aku hanyalah manusia yang memproklamirkan diri dengan kebebasan. Biarkan aku menjalani hidup dengan aturan mainku dan tentunya hanya untuk diriku saja bukan untuk kamu, kalian dan semuanya, sebab aku adalah air yang terus mengalir mencapai kesamudera yang paling luas dan dalam. Tak ada lagi satupun aturan yang harus mengekang kehidupanku, meskipun jiwa ini terkurung oleh jeruji aturan-aturan yang ada, tapi aku tetap tak bisa diatur, karena kepala yang berisikan pemahaman ideologis dari jiwa-jiwa yang menurtku adalah kebenaran tak ada satupun yang bisa membinasakannya, sebab seseorang yang hidup didalam prinsipnya tak pernah mengharapkan apa-apa, tak mengharapkan tanda jasa, tak perlu dikenang, yang aku harapkan hanyalah sebuah keadilan kesejahteraan untuk semuanya. Walaupun terlupakan asalkan jiwa ini menjadi damai dan perubahan itu terjadi didalam bumi yang penuh dengan tirani ini, karena budaya mengatur sudah berabad-abad lamanya terjadi dinegeri ini, salah satunya adalah budaya patriarki sehingga merambat seperti jamur kesemua ranah kehidupan manusia diadalam bernegara. Semakin kau buru aku semakin aku memberontak sistemmu Tuan dan Nyonya...

Ada yang Hilang Dalam Hidupku, Artikel 54#

Ada yang hilang dalam hidupku, ketika hidup tanpa menggunakan obat-obatan yang bersifat adiktif, semuanya terasa tak bergairah menjalaninya, maka aku hidup didalam kecanduan obat tanpanya aku tak bisa berbuat apa-apa, tak bisa menatapi kehidupan yang indah, tak bisa melangkah menuju masa depan yang cerah, mengapa drugs membuatku seperti itu, sebab aku tak bisa hidup tanpamu, maka aku tak bisa meninggalkan kamu sepanjang hidupku, meskipun jiwa dan raga sudah lelah dengan segala ulah dan perbuatanmu terhadap aku tapi tetap saja kau membuatku berada didalam kedamaian alam mimpi semu, maka dari itu aku harus setiap hari bersamamu, berilah aku ruang agar aku terlepas dari belenggu kedamaian semu mu, maka aku akan menghargai pengalaman kita bersama disaat senang maupun susah, disaat didlam penjara maupun tempat rehabilitasi, namun disaat aku dirumah sakit dan mati kau tak pernah lagi mengikuti aku, apakah sebatas itu kau bersamaku?? seharusnya disaat aku mati karenamu, kaupun harus mati dari bumi ini agar tidak lagi manusia yang dikejar-kejar oleh kenikmatan mimpimu, maka aku mohon kepadamu mulai saat ini, menjauhlah dari hidupku karena aku telah mati, karena ada yang hilang dalam hidupku didalam semua masa depanku didalam perjalanan spiritualku, maka aku akan berhadapan dengan neraka yang baru yaitu dialam kematian stelah aku menikmati surga dan neraka didunia ini, tapi aku akan mendapatkan nerakanya lagi dialam lain yang tak pernah kau tahu, yang tak pernah bisa kau lihat dan yang bisa kau ikuti kehidupanku dialam lain, maka pergilah dari bumi cukup sudah aku yang merasakannya hidup bersamamu, meskipun ada yang hilang didalam semua kehidupanku!!!

SAKIT DIGIGIT BANGSAT, Artikel 53#

Ada bangsat diantara kursi-kursi itu, tapi anehnya kenapa diperbeutkan kursi itu, padahal bangsat itu akan menghisap darah kita dan menjadi gatal-gatal bahkan bisa terbunuh, Kursi yang ada bangsatnya itu tak layak untuk diduduki oleh siapapun termasuk kita, karena kita bisa-bisa ikut menggigit orang-orang yang dibawah kursi itu, dan bangsat mengatur kehidupan orang-orang yang duduk diatas kursi itu, maka jalan yang harus kita lakukan adalah membakar kursi itu agar para bangsat tak menempati kursi itu, tapi tetap saja orang-orang mempertahankan kursinya, katanya kursi itu adalah kursi keramat yang harus diduduki agar yang menduduki kursi itu mendapatkan wangsit untuk kekayaan pribadi, wahai yang duduk dikursi yang penuh para bangsat itu turunlah agar kalian tak termakan rayuan para bangsat untuk menghisap darah rakyat yang berada dibawah kursi, kalau kalian tidak mau melepaskannya kami manusia yang tertindas bisa saja mebuat anrkisme untuk membakar kursi itu, maka ada baiknya sebelum kalian diatur-atur oleh para bangsat turnlah dari kursi itu, mari kita rapatkan barisan untuk mengangkat kursi itu agar para bangsat menghilang dari negeri ini, dan marilah kita ciptakan kursi-kursi yang bersih dari para bangsat, tentu saja kursi itu harus dibuat oleh rakyat yang meskipun lelah dihisap darahnya oleh para bangsat aku yakin rakyat dan kita semua mau kehidupan ini bersih adil dan sejahtera, tidak ada lagi yang terbunuh karena ketimpangan sosial, karena para bangsat telah hilang dari negeri tercinta ini.....

Lelah Lagi, Artikel 52#

Lelah lagi,lagi-lagi lelah, melihat situasi pelayanan kesehatan dinegeri tetap saja membuat aku lelah, meskipun pemerintah sudah menjamin kesehatan sosial bagi masyarakat miskin tetap saja, petugas medis mempersulit proses dan prosedur, kami masyrakat awam dan tidak tahu apa-apa, tapi mengapa ketika kami bertanya harus kemana menjalani semua prosedurnya agar mendapatkan akses, tetap saja dijawab dengan berputar-putar bagaikan bola di over kesana-kesini kesitu lagi, jadi yang benar yang mana saya tidak tahu, kenapa orang miskin seperti kami diperlakukan seperti itu, bukankah Rumah Sakit Pemerintah yang menerima jaminan kesehatan sudah seharusnya menjadi tanggung jawab negara terhadap rakyatnya? tapi lagi-lagi kami dibuat lelah, bisa-bisa saya yang sakit, niat membantu orang sakit tapi saya strees menghadapi perlakuan petugas medis yang membingungkan orang bodoh, atau memang sengaja orang untuk dibodoh-bodohi terus? Aku jadi takut menjadi orang pintar- aku takut membodohi orang-orang yang telah dibuat bodoh oleh sistem negara ini, orang miskin dilarang sakit, orang miskin dilarang sekolah, memang benar kata-kata itu, sudah miskin tidak mendapatkan pelayanan yang profesional dibodoh-bodohi pula, kenapa negara masih menciptkan orang miskn dan orang bodoh, kenapa negara tidak membuat kesetaraan akses dan keadilan kesejahteraan sosial untuk kita semua, agar tidak yang miskin lagi dan tidak ada orang bodoh seperti kami yang sering dibodohi...Aku lelah negara ini tak pernah berubah..ahh.. aku pribadi memboikot pemilu jadi aku tidak mau memilih siapapun pemimpinya, karena aku lelah dan kecewa, harus menunggu berapa banyak lagi manusia yang seperti kami terbunuh karena tidak mendapatkan akses dan hak dasarnya??? jadi siapa yang mau ikut bersamaku untuk memboikot pemilu? kalau ngga juga terserah kalian yag pasti aku tak akan memilih siapapun pemimpin untuk negeri ini, sebab pahlawan sejati adalah pahlawan yang tak terkenang, dilupakan bahkan tak pernah mendapatkan tanda jasa apapun, sebab pahlawan sejati hanya bangga ketika situasi sosial menjadi kearah yang lebih baik.... bukan pahlawan layaknya seperti artis....!!

Kebingungan, Artikel 51#

Aku kebingungan ketika sedang mengutak-atik isi kepalaku, aku menjadi seperti orang gila yang tidak tahu harus berbuat apa lagi untuk kehidupanku sendiri dan aku merasa sudah melakukan sesuatu yang berarti bagi kehidupan orang lain namun mengapa hidupku sendiri terasa tak aku buat berarti untuk diriku dan keluargaku, apakah ada yang salah didalam perjalanan kehidupanku atau aku salah langkah? aku bingung dan tak tahu lagi..., aku hanya berjalan bagaikan air tanpa berpikir akan jadi apa aku untuk kehidupanku nanti. Mungkin saja apa yang telah aku lakukan pada orang lain tak akan menjadi terkenang atau dibalas dengan apapun dan mungkin saja aku dilupakan oleh orang-orang terdekatku orang-orang yang kucintai, sekali lagi aku bingung menjalani langkah kehidupan ini. Aku selalu menjadi orang yang kalah didalam setiap pertempuran dan perjuangan hidup, aku tak pernah bisa menggapai mimpi diriku sendiri, aku seperti orang pecundang yang berlagak seperti pahlawan sedangkan kehidupanku tak bisa ditolong oleh diriku sendiri, mengapa aku berbuat seperti ini terhadap kehidupanku sendiri? apakah memang aku sudah merasa tak pantas mendapatkan kesejahteraan hidup? atau memang aku menjadikan diriku sendiri sebagai boneka orang lain? yang diperlakukan apapun aku tak mampu melawannya? aku bingung..., aku bingung..., dan aku bingung...

Sakit, artikel 50#

Aku sakit setelah aku membantu orang sakit, Aku tak bisa berbuat apa-apa disaat sakit, mengapa ini terjadi terhadap jiwaku, ketika aku memperjuangkan orang untuk sehat namun aku yang terkena sakit hingga aku terjatuh lemah dikamar rumahku sendiri... tak ada perawatan medis maupun obat-obatan dari dokter, aku hanya mempunyai sebuah keyakinan untuk tetap sehat. Namun aku tertatih didalam memperjuangkan hidupku sendiri dan memaksakan diri untuk memperjuangka hidup orang lain, lalu kenapa aku selalu berbuat untuk orang lain? sedangkan orang lain tak pernah berbuat apa-apa untuk hidup kita, sebab kemampuanku terbatas sehingga hasilnya tidak akan sampai kita merasakan pelayanan kesehatan yang sebenarnya dan karena aku tak mampu menembus kepada pembuat kebijakan itu, mungkin juga karena aku terlalu Frontal sehingga mereka menjadi apatis terhadap kita, dan aku akui itu salah didalam sebuah proses advokasi, namun tetap saja aku tak bisa membohongi situasi yang merugikan orang miskin yang terus-terusan terjadi didunia kesehatan sehingga aku berbicara apapun aku ungkapkan sesuai fakta yang aku lihat, tidak ada sedikit katapun yang aku beri secuil gula agar terasa manis, namun aku berbicara dengan emosianal jiwaku sehingga aku menangis dan marah tanpa karuan didalam ruangan sebuah forum orang-orang pentingkah mereka? entahlah aku muak dan aku pun tak kuat sehingga aku terhatuh sakit..., Sakit Jiwa dan Raga ini, Sakit hati ini melihat itu semua terjadi, Sakit sebagai seorang manusia ketika ditolak di Ruma Sakit, bagaimana tidak hewan saja ada dokternya, namun orang miskin tidak mempunyai kesempatan untuk mempunyai dokter. Sakit...sakit semuanya yang aku rasakan......